Lekukan Kawat Tembaga jadi Aksesoris Bernilai Jual Tinggi

Wire jewelry belakangan ini mulai eksis sebagai aksesoris pilihan kaum hawa.

Lekukan Kawat Tembaga jadi Aksesoris Bernilai Jual Tinggi
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Merry Erika menunjukkan produknya di Manhattan Times Square, Rabu (31/7/2019). Ia awalnya berjualan aksesoris sejak tahun 2015 dan memfokuskan membuat aksesoris tembaga sejak 2016. 

TRIBUN-MEDAN.com-Wire jewelry belakangan ini mulai eksis sebagai aksesoris pilihan kaum hawa. Aksesoris ini sebagian besar terbuat dari kawat tembaga yang aman digunakan di kulit.

Merry Erika menekuni bisnis ini sejak tahun 2016. Merry awalnya berjualan aksesoris sejak tahun 2015. Kawat yang digunakan ada kawat perak, tembaga, dan lain sebagainya.

"Untuk pembuatan aksesoris saya sudah puluhan tahun. Hanya saja baru fokus dijadikan bisnis pada 2015. Saya memulai bisnis ini karena saya butuh dana untuk menghidupi anak-anak, akhirnya saya beranikan diri untuk berbisnis," katanya saat ditemui di Manhattan Times Square, Rabu (31/7/2019).

Dengan modal Rp 500 ribu, Merry memulai bisnis ini. Dari membeli bahan baku, ia mulai menjual produknya satu persatu. Karena melihat banyaknya peminat aksesoris ini, ia memutuskan membuat usaha ini lebih masif.

"Sekarang saya sudah bisa diperhitungkan masuk 20 besar handycraft Sumatera Utara dengan kategori usaha kreatif dan beberapa kali mengikuti Inacraft. Saya juga masuk 10 besar produk inovatif," jelasnya.

Kawat tembaga ini ia kreasikan menjadi kalung, gelang, cincin, dan berbagai macam produk lainnya. Sebagian produknya juga bisa dipakai uniseks atau bisa dipakai laki laki maupun perempuan.

"Saya memilih spesialisasi kawat ini karena mudah dan tidak perlu memakai mesin-mesin tertentu. Kita juga jadi bebas berkreasi saat melekukkan kawat tersebut," ungkapnya.

Dalam membuat produk-produk ini, Merry belajar secara otodidak. Namun ia juga mencari inspirasi dan teknik-teknik tertentu dari youtube dan internet. Produk Merry dijual dari harga Rp 10 ribu hingga jutaan rupiah.

"Kalau produk yang harganya mencapai jutaan biasanya dibuat kalau ada custom. Biasanya menggunakan mutiara ataupun batu-batuan tertentu," jelasnya.

Merry memasarkan produknya di berbagai e commerce seperti Shopee, Bukalapak, dan juga lewat sosial media seperti facebook, instagram, dan sebagainya dengan nama Jekajud Blessed Handycraft.

"Karena saya terdaftar pada beberapa dinas yang membidangi UKM, saya sering diajak untuk buka stand pameran baik lokal, provinsi, maupun nasional. Saya juga punya semacam galeri mini di Jalan M Arif nomor 1 A, Stabat," jelasnya.

Dari usaha ini, Merry bisa menghasilkan Rp 8 juta hingga Rp 10 juta dalam satu bulan. Kini ia sudah dibantu oleh dua orang pegawai.

Untuk memulai bisnis, Merry menyarankan agar jangan takut untuk saat memulai suatu usaha. Apalagi saat ini bisa belajar dari mana saja.

"Jangan takut ga laku, berani saja. Kalau kita coba pasti kita ada keunikan tersendiri. Sekarang zaman canggih. Ada berbagai tutorial yang bisa diikuti di internet dan bisa juga mencoba bergabung dengan berbagai komunitas agar mendapatkan bimbingan," pungkasnya. (cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved