Pedagang Harapkan Stok Daging Import dari Bulog

Harga daging sapi masih normal Rp 110 ribu belum ada kenaikan yang signifikan," ujar Pedagang Daging

Pedagang Harapkan Stok Daging Import dari Bulog
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pedagang Daging, Agus memotong daging sapi yang akan dijual kepada konsumen di Pusat Pasar Medan, Rabu (31/7/2019). Stok daging import habis di Pusat Pasar Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Harga daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah di Medan masih bertahan Rp 110 ribu per kilogram karena antara permintaan dan persediaan masih berimbang.

"Harga daging sapi masih normal Rp 110 ribu belum ada kenaikan yang signifikan," ujar Pedagang Daging, Agus di Pusat Pasar Medan, Rabu (31/7/2019).

Diakuinya, jelang Hari Raya Idul Adha 1440 hijriah, permintaan daging lebih banyak dari hotel dan restoran.

"Jelang Hari Raya kurban permintaan daging biasa-biasa saja, mana ada pengaruhnya. Karena saat kurban, orang bagi-bagi daging siapa yang mau beli daging. Stok enggak ada dikurangi cuma lebih banyak
pembeli itu dari restoran dan hotel," ungkapnya.

Dalam sehari, kata Agus, ia menyediakan 150 kg daging sapi, ia menjual daging sapinya kepada para konsumen setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB di Pusat Pasar Medan.

Ia mengatakan saat ini daging import sedang kosong di pasar.
"Daging import lagi kosong, kita berharap Bulog menyediakan daging import ini, karena harganya lebih murah dan peminatnya juga banyak.
Sejak lebaran lalu, habis stok daging import padahal peminatnya banyak," ucapnya.

Agus mengatakan harga daging lokal dan daging import harganya cukup jauh berbeda, daging import Bulog dihargai Rp 85 ribu per kg.

"Kita harapkan daging import dari bulog dimasukkan maka harga daging nanti enggak naik. Konsumen jadi bisa memilih daging lokal atau daging import. Kalau tidak ada daging import ini maka ditakutkan retail akan bermain harga," ungkapnya.

Dalam kesempatan berbeda
Kepala Perum Bulog Divre I Sumut, Basirun mengatakan
untuk daging import saat ini masih menunggu realisasi importnya oleh Bulog Pusat.

"Informasinya minggu pertama Agustus sudah mulai masuk di pelabuhan Jakarta. Tahap awal Divre Sumut sudah meminta alokasi 100 ton," ucap Basirun.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved