Pelaku Pembacok Tetangga hingga Tewas Menyesali Perbuatannya, Tersulut Gara-gara Kotoran

ptu Arif Suhadi yang memaparkan kasus ini mengatakan pelaku melakukan pembacokan terhadap Juliana Br Sinurat karena kesal melihat korban.

Pelaku Pembacok Tetangga hingga Tewas Menyesali Perbuatannya, Tersulut Gara-gara Kotoran
Tribun Medan
Korban Juliana Sinurat yang tewas bersimbah darah setelah dibunuh tetangganya. 

TRIBUN-MEDAN.com- Hingga saat ini pihak Satreskrim Polres Deliserdang masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Adi Proto Gultom.

Saat pihak kepolisian memaparkan kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian yang dilakukannya, Rabu (31/7/2019) siang, tersangka pun hanya menundukkan kepala saja.

Ia yang mengenakan sebo mengaku menyesali perbuatannya.

Mewakili Kasat Reskrim, Iptu Arif Suhadi yang memaparkan kasus ini mengatakan pelaku melakukan pembacokan terhadap Juliana Br Sinurat karena kesal melihat korban.

Saat malam kejadian itu pelaku meminta agar korban membersihkan atau membuang kotoran manusia yang ada di depan usaha kontrakan (tempat usaha kusuk dan lulur Bintang) orang tuanya.

Karena tidak mau dan malah ditantang balik ia pun akhirnya melakukannya. Saat itu pelaku yakin kalau yang membuang kotoran itu adalah korban.

"Korban tidak menyangkal saat ditanyai pelaku ini. Dijawab kalau memang enggak mau dibersihkan kenapa rupanya. Pelaku pun saat ini pulang ke rumah setelah ribut di jalan. Dibawanya pedang ini (barang bukti) dan dibilangnya lagi bersihkan enggak. Awalnya cuma nakuti tapi karena dibilang kalau berani bacoklah kata korban dibacoknya betulan. Kita masih terus dalami setiap keterangan pelaku ini. Kita menjeratnya pasal 338 dan 351 ayat 3 KUHP,"kata Iptu Arif Suhadi.

Tempat usaha kusuk dan lulur Bintang yang berada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Kelurahan Petapahan Kecamatan Lubukpakam ternyata belum memiliki izin operasional.

Meski lokasinya hanya berjarak sekitar dari 200 meter dari kantor Bupati Deliserdang namun usaha ini bisa berjalan bertahun-tahun. Dua hari belakangan, tempat usaha ini terus menjadi perbincangan banyak orang lantaran adanya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Adi Proto Gultom terhadap tetangganya sendiri Juliana Br Sinurat (46).

Informasi yang dikumpulkan Adi Proto Gultom merupakan pengawas tempat usaha ini, sementara Juliana Br Sinurat punya rumah bersebelahan dengan tempat usaha ini.

Kadis Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Deliserdang, Faisal Arif Nasution yang dikonfirmasi mengakui hingga kini usaha kudu dan lulur Bintang belum memiliki izin operasional.

Disebut setelah dilakukan pengecekan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu ternyata tempat usaha itu belum ada mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Menurutnya selama ini tempat usaha seperti itu haruslah memiliki TDUP.

"Karena belum ada ya kita lakukan pembinaan dulu lah nanti. Kita suruh untuk urus TDUP nya. Ya kalau enggak mau juga ya kita rekomendasikan ke Satpol PP agar dilakukan penertiban. Kita kalau ada tempat usaha seperti itu (kusuk dan lulur) ya kita lakukan pengawasan,"ujar Faisal.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved