Peringati HUT Ke-66 Bank Indonesia, Kepala Perwakilan Bl Sumut Mengajar di SMAN 1 Binjai

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral

Peringati HUT Ke-66 Bank Indonesia, Kepala Perwakilan Bl Sumut Mengajar di SMAN 1 Binjai
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Kepala Perwakilan Bank BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat sedang mengajar siswa siswi di SMA Negeri 1 Binjai, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, BINJAI -
Memperingati HUT ke-66 Bank Indonesia, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw Bl Prov Sumut),
menyelenggarakan program BI Mengajar di SMA Negeri 1 Binjai, Rabu (31/7/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia.

"BI mengajar ini program dari BI terutama dalam memperingati hari jadi BI yang ke 66 sekaligus memperingati hari HUT RI ke 74
Tahun ini kita mengambil tema ekonomi digital mempengaruhi kondisi perekonomian secara nasional. Ekonomi digital itu perannya sangat penting di dalam ekonomi nasional," ucap
Kepala Perwakilan Bank BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.

Diakui Wiwiek, program BI Mengajar ini sudah dilakukan pada tiga sekolah. Sementara untuk akademisi, program BI ini sudah berjalan sejak lima tahun lalu.

"Akademisi juga sudah kita lakukan sejak lima tahun yang lalu dan sudah tiga tahun yang lalu kita menyasar SMA, SMA salah satu yang menurut kami dari BI merupakan salah satu yang memiliki potensi muda yang memang harus tahu apa itu BI dan juga peran BI," ucapnya.

Melalui program BI Mengajar ini, kata Wiwiek, SMA Negeri 1 Binjai ini semakin memahami tentang BI dan ekonomi digital.
"Mereka (siswa-siswi) sudah paham apa itu BI, apa itu ekonomi digital sehingga saya benar-benar surprise, bahagia tahu talenta muda SMA di Binjai ini menjadi yang baik.," ungkapnya.

Ia menambahkan pihaknya juga memberikan kesempatan bagi sekolah-sekolah lainnya yang ingin memberikan suatu pembelajaran umum kepada sekolah. "Bisa saja SMA lainnya meminta kepada kami memberikan suatu pembelajaran umum kepada sekolah tersebut. Kita akan lakukan observasi, indikatornya adalah yang terluar, yang tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat. Instansi-instansi dan juga jauh dari kota sehingga kita memang ingin agar bukan hanya orang orang kota yang tahu bagaimana BI tapi juga kepada pelosok," tambahnya.

Dalam pertemuan dengan para siswa tersebut, Wiwiek tampak begitu semangat menerangkan dan menjawab pertanyaan dari murid tersebut. Sesekali, Wiwiek juga melontarkan beberapa pertanyaan kepada para siswa agar dapat mengetahui peryataan atau jawaban siswa siswi tersebut.

Wiwiek menjelaskan tentang tugas dan peran bank sentral yakni menjaga kestabilan dari nilai rupiah diukur dengan inflasi dan nilai tukar. "Tujuan BI menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang tercermin dari laju inflasi. Tugas BI itu moneter melakukan pengawasan dan pengaturan dan sistem keuangan serta sistem pembayaran," ucapnya.

Ia mengatakan teknologi utama sebagai komponen hadirnya digital ekonomi yakni internet of things, blockchain teknologi yang memfasilitasi transaksi ekonomi secara peer to peer.
Artificiat intelegence berupa mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakannya serta
Big data analytice, teknik dan alat untuk memproses dan menafsirkan data jumlah besar untuk memprediksi suatu kejadian mendatang dan perilaku-perilaku.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved