Cabai Merah dan Emas Perhiasan, Komoditas Utama Penyumbang Inflasi di Medan

Medan memiliki inflasi sebesar 0,95 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 144,92 pada bulan Juni 2019 menjadi 146,30 pada bulan Juli 2019.

Cabai Merah dan Emas Perhiasan, Komoditas Utama Penyumbang Inflasi di Medan
Tribun Medan / Natalin
Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi didampingi Kabid Statistik Sosial, Mukhamad Mukhanif di Kantor BPS Sumut, Kamis (1/8/2019). 

Cabai Merah dan Emas Perhiasan, Komoditas Utama Penyumbang Inflasi di Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat Juli 2019 terjadi inflasi di seluruh kota IHK (Indeka Harga Konsumen) di Sumut yaitu Sibolga sebesar 1,88 persen, Pematangsiantar sebesar 0,29 persen, Medan sebesar 0,95 persen dan Padangsidimpuan sebesar 0,06 persen. Dengan demikian, gabungan empat kota IHK di Sumut pada bulan Juli 2019 inflasi sebesar 0,88 persen.

"Komoditas utama penyumbang inflasi selama Bulan Juli 2019 di Medan, antara Iain cabai merah, emas perhiasan, tarif pulsa ponsel, daging ayam ras, sawi putih, dencis, dan upah pembantu rumah tangga," ucap
Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi didampingi Kabid Statistik Sosial, Mukhamad Mukhanif di Kantor BPS Sumut, Kamis (1/8/2019).

Syech menjelaskan bulan Juli 2019, Medan memiliki inflasi sebesar 0,95 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 144,92 pada bulan Juni 2019 menjadi 146,30 pada bulan Juli 2019.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,29 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen, kelompok sandang sebesar 1,23 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,43 persen.

"Sementara itu, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menunjukkan penurunan indeks yaitu sebesar 0,24 persen,"tambahnya.

Ia mengatakan dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera terdapat 21 kota tercatat inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,88 persen dengan IHK sebesar 148,33 dan terendah di Padangsidimpuan sebesar 0,06 persen dengan IHK 136,70.

"Adapun persentase peningktan harga komoditas tersebut antara lain harga cabai merah naik 21,43 persen, harga emas perhiasan naik 2,71 persen, tarif pulsa ponsel naik 1,19 persen, harga daging ayam ras naik 1,74 persen, harga sawi putih naik 10,94 persen, harga dencis naik 10,94 persen, harga ikan dencis naik 2,16 persen dan upah pembantu naik 0,71 persen," ujar Syech.

Dikatakannya, sementara komoditas mengalami penurunan harga antara lain angkutan udara, bawang merah, ikan tongkol, ikan kembung, kacang panjang, angkutan antar kira dan cat tembok.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved