Polsek Siantar Barat Amankan Sembilan Anak Punk dari Pulau Jawa
Polisi mengamankan sembilan anak punk yang baru saja turun di Kota Pematangsiantar.
Penulis: Tommy Simatupang |
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Polsek Siantar Barat mengamankan sembilan anak punk dari Lapangan Adam Malik, Kamis (1/8/2019).
Polisi mengamankan sembilan anak punk yang baru saja turun di Kota Pematangsiantar ini.
Polisi langsung menggiring anak punk ke dalam mobil patroli. Delapan anak punk ini memiliki dandanan yang mencolok.
Terlihat, sekujur tubuh tampak penuh dengan tato. Rambut juga terlihat berwarna-warni. Daun telinga menggunakan anting-anting. Sembilan anak punk ini tidak melakukan perlawanan saat digiring ke dalam mobil.
Personel Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat Aiptu Marlon Hutahayan mengatakan razia ini untuk mengurangi tindakan kriminal. Aiptu Marlon mengungkapkan tetap rutin menggelar razia premanisme.
"Mereka (Anak Punk) yang diamankan kita beri pembinaan dan menghimbau agar tidak melakukan aksi kejahatan yang merugikan orang lain,"ujarnya.
Polisi juga melakukan penggeledahan tubuh delapan anak punk ini. Polisi memastikan tidak ada yang membawa sejata tajam.
Sembilan anak punk ini merupakan warga dari Pulau Jawa yakni Candra Dwi Pamungkas (23), warga Tulung Agung, Arianto (27) warga Kota Jakarta, Yagan Adi (19) warga Kota Kendari, Suprianto (27) warga Palu, Sulawesi Tengah, Ribby Anggara (23) warga Kota Tangerang, Bima Galih Prakoso (23) warga Kota Kediri, Gandi Gantara (27) warga Kota Depok, Adelia Nurhidayah (22) warga Kota Jakarta, Dendi Syahputra (25) warga Kota Bogor.
Yagan Adi saat diwawancarai mengatakan memang sering melakukan kunjungan ke seluruh daerah di Indonesia. Katanya, mereka tidak melakukan tindakan kejahatan selama berkunjung ke suatu tempat.
"Banyak hal yang bisa dilakukan, untuk cari duit. Yang penting kami enggak nyolong duit negara,"ujarnya sembari tertawa.
Yagan mengatakan untuk berkunjung suatu tempat menumpang truk yang melintas. Misalnya di Kota Siantar, mereka akan disambut rekan sesama nak punk.
"Sebagian memang ada yang hidup di jalan, tapi sebagian punk ada yang punya usaha lain, seperti workshop sablon, distro, dan band,"katanya.
Katanya, tak senang jika dikait-kaitkan dengan pelaku kejahatan
"Kami cari duit sendiri, dengan mengamen,"katanya.
Setelah didata identitas, sembilan anak punk dibebaskam dengan catatan tidak meganggu orang lain.
(tmy/tribun-medan.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polsek-siantar-barat-mengamankan-sembilan-anak-punk.jpg)