Pengadukan Semen Kanal Tano Ponggol Pakai Cara Manual, Amankah?

Teknik pengadukan semen untuk pembangunan Kanal Tano Ponggol di Kabupaten Samosir yang baru beberapa hari lalu ditinjau Presiden Jokowi menuai kritik.

Pengadukan Semen Kanal Tano Ponggol Pakai Cara Manual, Amankah?
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Pekerja PT BRP pembangunan jembatan Kanal Tano Ponggol mengaduk semen yang dilakukan secara manual. 

TRIBUN-MEDAN.com-Teknik pengadukan semen untuk pembangunan kanal Tano Ponggol di Kabupaten Samosir yang baru beberapa hari lalu ditinjau Presiden Jokowi menuai kritik.

Badan Peneliti Indenpen (BPI) Samosir, Pangihutan Sinaga mengaku ragu terhadap pembangunan Kanal tersebut.

"Kalau begini caranya, bisa jadi nanti setelah selesai pembangunan kanal jembatan tak bertahan lama," ujarnya, Jumat (2/8/2019).

Dia mengatakan, metode pengadukan semen yang dilakukan secara manual oleh PT BRP tidak tepat. 

Padahal, Presiden Jokowi baru saja melakukan peninjauan ke Tano Ponggol dalam rangka percepatan pembangunan pariwisata. Namun, kata Pangihutan, kontraktor PT BRP melakukan pekerjaan pengadukan secara manual.

"Saya menduga komposisi campuran beton tidak maksimal," sebutnya lagi.

Baca: Jembatan Tano Ponggol akan Dibangun Mengadopsi Filosofi Dalihan Na Tolu

Baca: Kisah Siswi SMP di Samosir Bawa Gitar Menerobos Barisan Paspampres dan Berlari Mendekati Jokowi

Baca: Sudah Cukuplah, Inikan Pariwisata: Menteri Luhut Soal Perusahaan Pencemar Danau Toba

Beberapa waktu lalu, pada kunjungan nya Jokowi berharap pihak kontraktor melakukan pembangunan secara profesional dengan tetap menjaga lingkungan.

Presiden Jokowi bersama dengan para menteri meninjau pembangunan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019).
Presiden Jokowi bersama dengan para menteri meninjau pembangunan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019). (Tribun Medan/Tommy Simatupang)

Terpantau, pekerja pengaduk semen tersebut secara manual. Satu per satu sak semen dituangkan ke dalam bucket escavator lalu menuangkannya kedalam kotak penampung untuk diaduk.

Sementara itu, Manager Proyek PT BRP Dedi Sidabutar mengakui memang melakukan pengadukan secara manual. Tetapi, katanya, pengadukan sudah sesuai aturan dan takaran yang dirumuskan.

"Itu sudah sesuai. Ada JMD (Job Mix Design)," jelas Dedi Sidabutar. (jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved