Proyek Jambaran-Tiung Biru Peroleh Pendanaan Konsorsium 12 Bank Senilai 1,85 Miliar Dollar AS

PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak usaha PT Pertamina (Persero), memperoleh pendanaan senilai 1,85 miliar dollar AS

Proyek Jambaran-Tiung Biru Peroleh Pendanaan Konsorsium 12 Bank Senilai 1,85 Miliar Dollar AS
dok
Ilustrasi dolar AS 

TRIBUN-MEDAN.com - PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak usaha PT Pertamina (Persero), memperoleh pendanaan senilai 1,85 miliar dollar AS untuk membiayai Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) setelah berhasil menyepakati pendanaan dari konsorsium 12 bank.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan, kesepakatan pendanaan ini merupakan salah satu yang terbesar di lingkungan Anak Perusahaan Hulu Pertamina. Hal itu membuktikan kepercayaan 12 bank terhadap proyek JTB.

“Kepercayaan sindikasi 12 bank terhadap PEPC dalam pengelolaan Proyek JTB menunjukkan kredibilitas PEPC di mata lembaga keuangan internasional. Hal itu dapat menjadi contoh bagi skema pembiayaan proyek lain yang dikelola anak usaha Pertamina,” ujar Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2019).

Fajriah mengatakan, kesepakatan bisnis itu memiliki struktur pembiayaan hybrid yang unik, yaitu menggabungkan pembiayaan konvensional dan pembiayaan syariah di bawah skema trustee borrowing (pinjaman wali amanat).

"Tiap bagian (tranche), konvensional dan syariah, memberikan fasilitas pembiayaan proyek dengan dua tenor, yaitu 10 dan 15 tahun," kata Fajriah.

Adapun dari 12 bank konsorsium terdapat 3 bank BUMN, yaitu BRI, Mandiri, dan BNI. Selain itu, pendanaan ini juga meliputi MUFG Bank, yaitu bank komersial di bawah kelompok usaha Mitsubishi UFJ Financial Group yang menjadi penasihat keuangan, facility agent, dan lead arranger.

Sementara itu, Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan menyatakan kemajuan pembangunan proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi JTB menunjukkan kinerja yang positif dari aspek konstruksi ataupun pengeboran hingga Semester 1-2019.

“Kemajuan konstruksi Gas Processing Facilities (GPF) telah melampaui target di angka 25 persen atau lebih cepat 1 persen dari target 24 persen,” ujar Jamsaton.

Proyek pengembangan dan pemrosesan gas JTB, lanjut Jamsaton, terdiri dari pengembangan cadangan gas terbukti serta pembangunan dan pengoperasian fasilitas pemrosesan gas dan jaringan pipa di Jawa Timur.

Proyek dengan kapasitas produksi penjualan gas sebesar 192 MMSCFD dan cadangan gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF) ini ditargetkan beroperasi pada 2021.

"Proyek JTB amat berperan dalam menegakkan kedaulatan energi nasional sebab gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang, yang dikelola PT Pertamina Gas (Pertagas), anak perusahaan Pertamina lainnya, untuk menjadi andalan dalam memenuhi permintaan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Jamsaton.

Nantinya, gas akan dipasok ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Jawa Tengah dan PLTGU Jawa-3 di Jawa Timur. Targetnya akan membangkitkan listrik sebesar 779 MW, sebagai bagian dari mega proyek pembangkit listrik 35 GW.

“Teknologi yang digunakan dalam Proyek JTB, dirancang guna mendapatkan keandalan operasi dan aspek ramah lingkungan untuk berproduksi selama 25 tahun,” sebut Jamsaton.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved