Sidang Pembunuhan Vera Oktaria, Prada DP Terancam Hukuman Mati, Dakwaan Dibacakan Mayor Butar-Butar

Sidang perdana Prada Deri Permana atau Prada DP yang digelar di Pengadilan Militer

Sidang Pembunuhan Vera Oktaria, Prada DP Terancam Hukuman Mati, Dakwaan Dibacakan Mayor Butar-Butar
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Prada DP menangis tersedu-sedu ketika mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (1/8/2019). 

Dalam persidangan Putra beberapa kali menyebut nama seorang perempuan bernama Serli. Siapakah Serli?

////

Prada DP ketika berada di Denpom II Sriwijaya, Jumat (14/6/2019). Prada DP diketahui menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Fera.
Prada DP ketika berada di Denpom II Sriwijaya, Jumat (14/6/2019). Prada DP diketahui menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Vera. (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah fakta terungkap pada sidang perdana Prada Deri Permana atau Prada DP yang digelar di Pengadilan Militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (1/8/2019).

Dalam dakwaan yang dibacakan Mayor D. Butar Butar yang bertindak sebagai salah satu Oditur, diketahui bahwa terdakwa telah berencana untuk membunuh Vera Oktaria (21) yang tak lain merupakan kekasihnya sendiri.

Hal itulah yang menjadi dasar nekatnya terdakwa kabur saat menjalani pendidikan kejuruan infantri di Baturaja.

"Terdakwa curiga karena Vera diduga punya hubungan dengan orang lain."

"Terdakwa sudah berencana akan membunuh korban apabila korban ketahuan memiliki hubungan dengan orang lain karena merasa perjuangannya selama 5 tahun sia-sia,"ujar Mayor D. Butar Butar dalam persidangan.

Setelah berhasil kabur dari pendidikannya, terdakwa mengajak korban untuk pergi ke Sungai Lilin Musi Banyuasin Sumatera Selatan.

Mereka hendak menuju ke rumah salah seorang kerabat terdakwa.

Prada DP ketika menjalani sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (1/8/2019).
Prada DP ketika menjalani sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (1/8/2019).(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

Namun karena hari sudah larut malam, akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di salah satu kamar penginapan Sahabat Mulia di Kecamatan Sungai Lilin Musi Banyuasin.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved