13 Pemanah Ronde Recurve dan Compound Bersaing Mewakili Sumut di Pra-PON

Dari para peserta yang mengikuti seleksi tahap akhir bisa diambil maksimal 4 orang untuk dikirimkan mengikuti kejurnas.

13 Pemanah Ronde Recurve dan Compound Bersaing Mewakili Sumut di Pra-PON
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Sejumlah atlet panahan saat mengikuti Selekda yang digelar Perpani Sumatera Utara di Stadion Mini Disporasu Jl Pancing, Medan, Sabtu (3/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sumut menggelar seleksi akhir untuk menjaring 100 persen atlet kategori Recurve dan Compound untuk mengikuti kejurnas Pra-PON yang dijadwalkan berlangsung 21-29 September 2019 di Jakarta. 

Seleksi daerah tersebut digelar di Stadion Mini Dispora Sumut jalan Pancing, Medan, Sabtu (3/8/2019).

Sekretaris umum (Sekum) Perpani Sumut Rahmat Purba mengatakan, ada sebanyak 13 pemanah dari 16 pendaftar yang bersaing untuk memperebutkan tempat di Pra-PON. Dari 13 orang peserta , 7 orang berlaga untuk kategori Recurve dan 6 orang untuk Compound.

"Hari pertama, Sabtu untuk kategori Recurve dan Compound. Besok hari kedua untuk kategori standard bow (ronde nasional). Tiga peserta tidak hadir untuk hari pertama meski sudah mendaftar. Namanya Zul Adri dan Rico Aditya untuk kelas Recurve dan Hamzah untuk Compound. Mereka dianggap mengundurkan diri dan kalah Walk Out (WO)," ujarnya kepada Tribun Medan, Sabtu (3/8/2019).

Rahmat menjelaskan, usai mengikuti seleksi, skor para atlet akan dihitung. Dari hasil skor yang diraih atlet akan dibandingkan dengan Raihan skor standar nasional dengan tolok ukur berdasar hasil kejurnas tahun 2018 baru ditentukan berapa jumlah atlet yang layak lolos.

"Kita terapkan mereka dapat minimal 300 atau 290. Kalau ronde Recurve untuk standar nasional, posisi 8 besar saja sudah 312x2 jadi 624 untuk double round. Kalau Compound lebih tinggi lagi skornya. Rangking 8 saja 340 bisa, jadi rata-rata double round 672 mereka," terangnya.

Lebih lanjut kata Rahmat, dari para peserta yang mengikuti seleksi tahap akhir bisa diambil maksimal 4 orang untuk dikirimkan mengikuti kejurnas.

Namun Perpani Sumut tetap mempertimbangkan berdasar skor yang diraih atlet, apalagi panahan merupakan olahraga terukur.

Jika dia anggap skor yang diraih tidak memiliki peluang maka tidak menjadi keharusan untuk mengirimkan 4 atlet untuk tiap kategori. Nantinya mereka yang lolos akan kembali dibina secara intensif selama sebulan jelang kejuaraan nasional di Jakarta.

"Maksimal kita bisa ambil 4 tapi kalau jauh skornya buat apa. Panahan ini kan sudah tingkat Asia, Jadi pesan bapak ketua umum Jonas Hudaya, walaupun belum mencapai skor di atas standar nasional, minimal di bawahnya dua orang setiap ronde dibawa untuk mewakili Sumut dan persiapan juga mereka untuk PON 2024. Nanti ada satu bulan lagi latihan, masih ada nanti perbaikan," jelasnya lagi.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved