Ratusan Senior GMKI Medan Siap Dampingi Kader GMKI yang Dilaporkan ke Polisi

Tindakan Gubernur Sumut melaporkan kader GMKI Medan ke kepolisian merupakan keliru.

Ratusan Senior GMKI Medan Siap Dampingi Kader GMKI yang Dilaporkan ke Polisi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Massa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jumat (26/7/2019). Mereka mendesak Pemerintah mencabut izin perusahaan yang diduga merusak lingkungan di Danau Toba. 

Namun, unjukrasa kali ini berujung anarkis.

Para mahasiswa mendorong pagar kantor tersebut hingga rusak.

"Jangan terprovokasi kawan-kawan, kita datang untuk bertemu dengan gubernur," ucap koordinator aksi, melalui pengeras suara.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Massa GMKI Rusak Pagar Kantor Edy Rahmayadi, Tuntut Cabut Izin Perusahaan Perusak Danau Toba. .

KESEHARIAN Bripka Rahmat, Polisi Tewas Ditembak Brigadir RT,Polda Metro Singgung Motif Hasil Autopsi

Menurut massa, selama ini air Danau Toba sudah tercemar dengan adanya Keramba Jaring Apung (KJA).

Di lokasi, aparat pengamanan yang berjaga mengamankan unjukrasa ini langsung berlari mendekati massa untuk menghadang terjadinya kekacauan.

"Siapa yang mau ganti pagar ini, kalian?" ucap seorang aparat Polisi.

Pagar Kantor Gubernur Sumatera Utara rusak saat massa GMKI lakukan unjuk rasa, Jumat (26/7/2019)
Pagar Kantor Gubernur Sumatera Utara rusak saat massa GMKI lakukan unjuk rasa, Jumat (26/7/2019) (Tribun Medan)

Kemudian, massa yang mendengar ucapan polisi tersebut langsung membalas, rakyat yang memiliki bangunan ini.

"Kenapa pak, ini kan punya rakyat, nanti rakyat yang akan menggantinya," kata para pendemo.

 

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved