Sumatera Utara Berambisi Jadi Tuan Rumah Reli Dunia 2022, Ini kata Ketua KONI Sumut

Sumut pernah jadi tuan rumah World Rally Championship (WRC) pada tahun 1996 dan 1997.

Sumatera Utara Berambisi Jadi Tuan Rumah Reli Dunia 2022, Ini kata Ketua KONI Sumut
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Wagub Sumut Musa Rajekshah saat bersiap berlomba di Kejurnas Reli 2019 yang digelar di kawasan perkebunan sawit Rambong Sialang, Sumatera Utara, pekan lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berambisi untuk bisa kembali menjadi tuan rumah pelaksana Kejuaraan Reli dunia pada tahun 2022 mendatang. Hal ini untuk kembali menggairahkan ajang balap reli di Indonesia, dimana terakhir kali Indonesia pernah dipercaya menjadi tuan rumah World Rally Championship (WRC) tahun 1996 dan 1997 yang dilaksanakan di Sumut.

Terkait niat tersebut, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut John Ismadi Lubis mengakui saat ini Indonesia dari sisi Sumber Daya Alam dan Manusia di bidang otomotif sudah bagus. Hanya tinggal dukungan dari pemerintah dan sponsorship dalam hal mendorong pendanaan menggelar event tersebut.

“Tantangan tinggal kesiapan kita saja. Kalau SDM kita cukup kok! Infrastruktur cukup tinggal masalah pendanaan, sponsorship itu harus kita kejar,” ujar John yang juga tokoh otomotif sekaligus pengurus IMI Sumut dan pusat, Sabtu (3/8/2019).

Jika nantinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah, segala sesuatunya harus dilakukan secepat mungkin. Termasuk pengelola pelaksana tuan rumah dan tim biding harus benar–benar dilakukan oleh pihak ketiga yang profesional. Termasuk juga tim promosi agar Sumut bisa dipercaya menjadi tuan rumah yang baik kepada dunia.

“Jadi, tidak bisa lagi organisasi yang buat, tapi harus profesional. Kita harus bikin namanya seperti tim event organizer (EO). Ini harus dibuat segera dan berkepanjangan. Karena kalo EO berkelanjutan, mereka bisa mulai dari sarana dan prasarana, sampai bidding-nya. Harus ada bidding-nya itu nanti. Jadi, kita nanti tunjukkan sudah dua kali APRC tentu WRC bisa kembai ke Indonesia,” jelas John.

John optimistis, wacana provinsi Sumut ingin menjadi tuan rumah WRC pasti mendapat dukungan pemerintah pusat. Apalagi tahun ini, sebenarnya Sumut ditawarkan menjadi tuan rumah Motocross Grand Prix. Hanya saja, IMI Sumut masih fokus pada rencana tuan rumah WRC.

“Pemerintah pasti mendukung termasuk pemerintah pusat. Kami kan sudah ke Kemenpora juga, Menpora juga mendukung. Sebenarnya kalau kita mau kemarin, motocross Grand Prix ditawari, saya bilang tunda dulu, kita mau fokus ke WRC. Motocross GP di Indonesia kan ada dua putaran,” kata John.

Pencanangan Indonesia menjadi tuan rumah WRC, tentu tidak hanya keinginan semata. Selain pernah menjadi tuan rumah, Indonesia juga memiliki lintasan sirkuit reli yang diakui di dunia, dengan Medan lintasan (track) yang unik sekaligus menantang. Seperti Di Kalimantan, Sulawesi, hingga di Sumut. Daerah Sumut saja, beberapa jalur yang sangat cocok digunakan sebagai sirkuit reli dengan track menarik serta menantang ada di lintasan di Perkebunan Lonsum Sialang, Kecamatan Sei Rempah, Kabupaten Serdang Bedagai. Jalur ini juga baru saja dijajal sebagai tuan rumah Asian Pasific Rally Cahmpionship (APRC) seri V/2019 pada 26-29 Juli lalu.

Sebelumnya, pereli asal Sumut, Ijeck mengatakan untuk di Sumatera utara, ada beberapa daerah yang sangat cocok dijadikan jalur lintasan reli berkelas dunia. Termasuk lintasan yang dulunya pernah dijadikan sirkuit WRC tahun 1996 dan 1997 yakni di kawasan Danau Toba, Tebingtinggi, dan Serdangbedagai.

"Rambung Sialang, Paya Pinang, sekarang jadi Kebun Bridgeston, Babirong Hulu, Kebun Teh, lanjut Aek Nauli, sampai Parapat. Kemudian Sei Merah, Galang itu lintasan kita dari dulu. Apalagi dulu finish Spesial Stage (SS) satu ketika kejuaraan dunia itu di Danau Toba,” ucap pria yang juga menjabat Wagub Sumut ini.

Halaman
123
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved