Breaking News:

Perumahan Penduduk di Dua Desa Ini Diserang Lalat Akibat Kandang Ternak Ayam

Banyaknya lalat diduga karena banyak kandang ternak ayam potong tidak berizin dan hanya berjarak beberapa meter dari kawasan pemukiman.

Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Warga memukuli lalat yang banyak hinggap di teras rumahnya, di dusun I Desa Dalu X B Kecamatan Tanjung Morawa, Minggu (4/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Hingga saat ini ratusan warga Desa Dalu X B dan Desa Dalu X A Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang masih terus mengeluh akibat banyaknya lalat di pemukiman mereka.

Banyaknya lalat diduga karena banyak kandang ternak ayam potong tidak berizin dan hanya berjarak beberapa meter dari kawasan pemukiman.

Keberadaan kandang ternak ayam potong itu berada di dusun I Desa Dalu X B dan dusun I Desa Dalu X A yang memang berdekatan.

"Mau makan payah, mau tidur pun payah juga. Ya cemana, lalatnya banyak kali gini. Malu juga kita kalau ada tamu datang ke rumah karena banyak kali. Kalau siang hari itu udah enggak bisa tidur karena di kerumuni lalat. Udah macam mayat jadinya," ujar Febri salah satu warga, Minggu (4/8/2019)

Atas keberadaan kandang ternak ayam potong ini 133 warga Desa Dalu X B sudah memberikan pernyataan penolakan dengan disertai tandatangan. Warga sepakat memberikan tandatangan karena sudah tidak sanggup menghadapi serangan wabah lalat. Warga menyebut lalat paling banyak ketika ternak ayam potong dibongkar karena mau dijual.

"Kalau warga Desa Dalu ini duduk-duduk sambil pegang sapu lidi itu sudah biasa, karena untuk mukuli lalatnya. Ya namanya banyak kali di depan mata ya dipukuli lah. Minggu lalu paling banyak lalatnya. Di rumah waktu itu ada acara, jadi di karpet dan di tikar lalatnya itu udah macam bersarang, karena banyak kali. Kalau siang dia banyak kalau malam sedikit,"kata Nisa warga lainnya.

Informasi yang dikumpulkan pada tahun 2018 keluhan yang dihadapi warga ini sebenarnya sudah pernah disampaikan ke Pemerintah Desa Dalu X B.

Saat itu dari enam kandang ternak ayam potong yang ada di Desa Dalu X A dan Dalu X B hanya satu kandang saja yang bisa dihentikan aktifitasnya yakni kandang yang posisinya persis di belakang rumah Kepala Desa Dalu X B, Wantoro.

Hal itu lantaran kemarahan warga sudah tidak dapat dibendung dan mulai mengarah ke tindakan anarkis.

Saat ini beberapa warga terkesan pesimis menghadapi permasalahan yang dihadapi. Penyebabnya mereka sudah tidak percaya lagi dengan kebijakan Pemerintahan Desa ataupun Kecamatan. Meski demikian banyak warga yang masih mengharapkan agar Pemkab Deliserdang dapat turun tangan dengan melakukan penertiban terhadap kandang-kandang ayam tersebut.

Kepala Desa Dalu X B, Wantoro mengakui ada keluhan warganya atas keberadaan ternak kandang ayam potong ini. Meski demikian ia menyebut ada juga warga yang dapat memakluminya karena dengan pemilik ternak masih punya hubungan keluarga.

"Ya memang ngeluh warga tapi itulah karena di kampung ini masih bersaudara semua orangnya jadi masih mau memaklumi. Kemarin sudah ada yang kita suruh tutup karena warga sudah ribut kali. Lalat di sini gitu, nanti tiga hari banyak karena lagi bongkar (panen ayam), tapi tiga hari kemudian hilang. Mungkin karena di sini ada lima kandang karena masuknya ayam tidak bersamaan makanya enggak berenti lalatnya, tapi bukan di Desa kita ini saja kandangnya karena di Desa Dalu X A pun ada juga," kata Wantoro.

Kepala Satpol PP Deliserdang, Suryadi Aritonang yang dikonfirmasi terkait hal ini mengaku akan segera berkordinasi dengan Dinas Pertanian bidang Peternakan. Ia berpendapat seharusnya dalam masalah keresahan warga ini harus Camat dulu yang harus menangani. Disebut Satpol PP hanya eksekutor di lapangan.

"Kirimkan (Whatspp) dulu alamatnya di mana biar kita cek nanti. Kami harus kordinasi juga sama Bidang Peternakan Dinas Pertanian. Karena masalah teknis nya dinas yang lebih paham ini. Kalau mau usaha seperti itu ya harus ada izinnya lah. Sekian ribu ekor ada namanya, lima ribu ekor beda lagi sampai 10 ribu ekor. Kita cek juga lah nanti," kata Suryadi Minggu.

Camat Tanjung Morawa, Edy Yusuf menyebut akan mempertanyakan hal ini kepada Kades setempat. Ia berjanji akan menindaklanjuti keresahan warga ini. " Itu ternak ayam masyarakat ya, Nanti saya tanya sama Kades dulu lah,"katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved