TRIBUNWIKI
Menikmati Rawon dan Rujak Cingur di Warung Suroboyo Kota Medan
Di warung tersebut anda bisa menikmati kuliner khas Surabaya seperti Rawon dan Rujak Cingur.
TRIBUN-MEDAN.com - Bagi anda masyarakat Kota Medan dan Masyarakat Surabaya yang merantau atau menetap di Kota Medan.
Apabila ingin atau rindu mencicipi masakan khas Surabaya, anda bisa datang ke Warung Suroboyo di Jalan Sei Batang Hari No 174, Simpang Jalan Sunggal, Kota Medan.
Di warung tersebut anda bisa menikmati kuliner khas Surabaya seperti Rawon dan Rujak Cingur.
Warung ini menjual kuliner khas Surabaya dari tahun 2001, pertma kali mulai berjualan di Jalan Ayahanda Medan.
Kemudian, pada tahun 2004 Warung Suroboyo ini pindah ke Jalan Setia Budi, dan pada tahun 2006 pindah ke Jalan Sei Batang Hari Medan sampai sekarang. Meski mengalami tiga kali pindah tempat berjualan kuliner khas Surabaya ini, tetapi masih saja dicari dan ramai dikujungi oleh pelanggannya.
Hal ini terjadi karena hampir rata para pelanggan mengatakan, kualitas rasa dari Warung Suroboyo memang asli seperti masakan khas Surabaya. Wajar saja pelanggan yang datang ke warung tersebut mengetahui kualitas rasa yang asli dari kuliner khas Surabaya.
Sebab, hampir rata pelanggan yang datang merupakan orang Surabaya (Jawa Timur) yang merantau atau menetap di Kota Medan. Nah, pelanggangnya kebanyakan Pegawai Kantoran, Tentara Nasional Indonesia yang pindah tugas dari Surabaya ke Medan.
Tak hanya, orang perantauan asal Surabaya saja, orang Medan juga banyak yang mencicipi kuliner khas Surabaya. Nah ada tiga menu yang sering dipesan di Warung Suroboyo ini. Satu diantara menu khas Surabaya yang paling sering dipesan di Warung Suroboyo Medan yaitu Rujak cingur.
Nah, Rujak Cingur dibandrol dengan harga Rp 45 ribuan satu porsinya. Rujak cingur ialah satu di antara makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya.
Dalam bahasa Jawa kata cingur berarti "mulut", hal ini merujuk pada bahan irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah seperti timun, kerahi (krai, yaitu sejenis timun khas Jawa Timur), bengkuang, mangga muda, nanas, kedondong, kemudian ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo, cingur, serta sayuran seperti kecambah atau taoge, kangkung, dan kacang panjang.
Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, dan irisan tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus atau bumbu dicampur dengan cara diulek, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak ulek.
Di Warung Suroboyo ini, bahan-bahan dasarnya asli dikirim langsung dari Surabaya kecuali bahan muncung sapinya yang dibeli di Medan. Rujak Cingur ini biasanya orang-orang di Kota Medan memesannya dan menyantapnya dengan lontong.
Kemudian, menu Rawon juga merupakan menu yang banyak diminati para pelanggan Warung Suroboyo. Rawon merupakan masakan Indonesia berupa sup daging berkuah hitam sebagai campuran bumbu khas yang menggunakan kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, ternyata dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah sebelah timur yaitu daerah Surakarta.
Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil, utamanya adalah bagian sandung lamur. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, kemiri, serai, kunir, cabai, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sampai harum.
Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, telur asin, daun bawang, kerupuk udang, daging sapi goreng (empal) dan sambal. Rawon ini dibandrol seporsinya Rp 25 ribuan di Warung Suroboyo Kota Medan. Namun harga tersebut belum bersama seporsi nasi putih, jika nasi putih seporsi hanya Rp 5 ribuan.
Selanjutnya Soto Lamongan yang merupakan soto khas dari Jawa Timur atau Kota Surabaya. Soto Lamongan ini berbeda dengan soto di Kota Medan. Soto Lamongan kuahnya tidak menggunakan santan, melaikan kuah bening yang diambil dari sari pati tulang sapi.
Soto Lamongan biasanya kuahnya bening tetapi berwarna kuning karena kuahnya direbus dengan tulang sapi dan minyak dari tulang tersebut keluar. Soto Lamongan di Surabaya disajikan dengan mangkuk berisi nasi, kuah soto, Mi hun, dan daging sapi.
Namun di Kota Medan kuah sotonya dipisah dengan nasi, dijasikannya satu mangkuk kuah Soto Lamongan dan satu piring nasi putih. Maklum, ada perbedaan budaya sajian soto di Kota Medan dan Surabaya. Soto Lamongan ini dibandrol satu porsinya dengan harga Rp 25 ribuan.
Nah, bagi kamu yang ingin mencicipi masakan atau kuliner khas Surabaya. Langsung saja datang ke Warung Suroboyo, nantinya akan menemukan menu-menu kuliner khas Suroboyo, seperti Rawon, Siti Lamongan, Ruja Cingur, dan Gado-gado.
Akan tetapi, bila ingin mencicilinya di rumah dan malas untuk keluar rumah. Kamu dapat memesannya melalui aplikasi Gofood dan Grabfood, di aplikasi tersebut tertulis Warung Suroboyo Sei Batang Hari.
Untuk waktu operasionalnya Warung Suroboyo Sei Batang hari, setiap hari Senin sampai Sabtu buka pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.30 WIB. Kalau, di hari Minggu tutup pada pukul 18.30 WIB.
Narasumber:
- Marwan sebagai Pengunjung.
- Hadianti Arini sebagai anak Pemilik Warung Suroboyo Medan.
- Pemilik Warung Suroboyo Medan, ibu sum.
(cr22/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warung-suroboyo-di-jalan-sei-batang-hari.jpg)