Warga Helvetia Timur Ini Bikin Tas Keren dari Karung Goni Bekas

Karung goni yang biasanya hanya dipakai sebagai pembungkus tepung disulap menjadi produk fashion.

Warga Helvetia Timur Ini Bikin Tas Keren dari Karung Goni Bekas
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Firza Fahdi warga Helvetia Timur, Medan, membuat tas dari karung goni bekas.

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bahan baku bekas yang kadang banyak berserakan di sekitar kita ternyata bisa sangat berguna.

Hal itu dimanfaatkan Firza Fahdi warga Helvetia Timur, Medan, karung bekas goni disulapnya menjadi tas.

Karung goni yang biasanya hanya dipakai sebagai pembungkus tepung disulap menjadi produk fashion. Diakui Firza bisnis kreatif ini sudah berjalan lebih kurang 1,5 tahun.

Dijelaskannya, ide bisnis tas dari goni karung ini berawal ketika Firza melihat temannya membuat dompet dari goni. Lalu ia tertarik dan mencoba membuat sendiri. Ia mencari goni bekas lalu membuat desain dan menjahitnya sendiri secara manual atau jahit tangan.

"Kebetulan orang tua saya tukang jahit jadi saya minta tolong orang tua lalu kerjasama membuat karya dari goni," ucap Firza, Senin (5/8/2019).

Dikatakannya, setelah dilakukan percobaan menjahit beberapa produk dari goni ternyata hasilnya baik dan ia melanjutkan membuat model baru dan desain baru. Untuk pengerjaan produk-produk dari goni ini diakuinya ia berbagi tugas dengan ibunya. ia bertugas mendesain dan finishing sedangkan ibunya bertugas menjahit.

Dengan memilih produk berbahan goni kata Firza, produk yang dihasilkan punya nilai natural sehingga ketika diaplikasikan menjadi sebuah produk seni yang cukup tinggi.

Sebelumnya ia mengaku sedikit kesulitan memperoleh karung goni, tetapi kini, Firza terbantu karena ada pabrik yang bersedia karung goninya diambil. "Semuanya goni bekas, saya peroleh dari pabrik tepung, di pabrik goni itu abis digunakan terkadang dibuang jadi saya ambil dari mereka," katanya.

Untuk alternatif pun juga ada, Firza memperoleh goni tersebut dari Jawa. Saat ini produk dari karung goni Firza sudah lebih dari 20 desain antara lain tas, dompet, aksesoris dan saat ini yang paling ter up to date adalah tas waistbag.

"Proses pengerjaannya cukup muda, kita buat pola lalu dijahit, kemudian finishing serta pemasangan label dan kemudian pembakaran bulu bulu karung goninya," katanya.

Harga produk tas dari goni ini dibanderol mulai Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu. Menariknya tas karung ini bisa dicustom sesuai keinginan konsumen.

Dalam hal pemasaran, kata Firza, pihaknya mengikuti bazar dan ia memasarkan produknya melalui media sosial berupa Instagram @goniku_nature. Tak sia-sia, hasil produknya pun kini sudah sampai wilayah Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi.

Diakuinya seluruh proses pengerjaan produk tas berbahan goni ini masih di rumah. Meskipun begitu, ia berharap produknya dapat dipasarkan hingga internasional.

"Impian saya produk tas dari goni ini harus bisa go internasional. Saya juga berharap bisa mengajak teman-teman lainnya untuk membuat rumah kreatif. Orang orang yang kurang mampu tapi ada kemauan bisa kita ajarin,"ucapnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved