BNN Provinsi Sumatera Utara Melakukan Penguatan Relawan Anti-Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba

BNN Provinsi Sumatera Utara Melakukan Penguatan Relawan Anti-Narkoba
TRIBUN MEDAN/HO
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan. 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba.

Keseriusan pemerintah Indonesia dalam menangani peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah terlihat. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan. Relawan-relawan tersebut selain diberi pelatihan dan materi mengenai narkoba dan teknik penyuluhan, mereka juga diberikan jamuan makan dan fasilitas menginap di hotel tersebut.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan.
 Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Drs, Atrial, S.H, saat memberikan pembekalan kepada relawan anti-narkoba

Acara pembekalan kepada 50 relawan anti-narkoba tersebut berlangsung selama tiga hari dan dua malam. Narasumber yang hadir pada hari pertama acara pembekalan tersebut meliputi Eva Fitri Yuanita S.Pd yang merupakan Kepala Seksi Pendidikan dit Advokasi Departemen Bidang Pencegahan BNN RI, selanjutnya Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Drs, Atrial, S.H, kemudian AKBP Magdalena Sirait, S.Si, selaku Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Sumatera Utara dan yang terakhir Kepala Bidang P2M BNN Provinsi Sumatera Utara Drs. Tuangkus Harianja, MM.

Materi pertama membahas mengenai relawan anti narkoba. Dalam materi tersebut Eva Fitri Yuanita S.Pd mengatakan ”Relawan anti narkoba dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu mengakomodsi tugas-tugas pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah tertukar dan terdepan yaitu Aceh, Sumatera Utara, Papua, dan Papua Barat.”

Agen perubahan (agent of change) merupakan seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk mempengaruhi orang lain atau organsasi dalam mengambil suatu keputusan inovasi sesuai apa yang diinginkan dan diharapkan oleh agen perubahan tersebut, dalam hal ini adalah bahaya penyalahgunaan narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan. (TRIBUN MEDAN/HO)

Dengan hadirnya pemateri dari BNN RI ini diharapkan para relawan akan termotivasi untuk menjadi agen perubahan dalam hal penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Drs, Atrial, S.H, menyampaikan materi mengenai narkoba dan permasalahannya dan perspektif hukum. Dalam menyampaikan materi tersebut Brigjen Pol Drs, Atrial, S.H, mengatakan “Indonesia merupakan lahan peruntungan bagi para pengedar narkoba dan Sumatera Utara merupakan provinsi kedua setelah DKI Jakarta yang tertinggi dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba, maka dari itu narkoba merupakan bisnis kepercayaan.”

Dengan adanya pernyataan dari Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara diharapkan kelima puluh relawan anti-narkoba Sumatera Utara menjadi termotivasi dan semakin gencar untuk menyebarkan akan bahaya dari penyalahgunaan narkoba di daerah mereka masing-masing, supaya P4GN akan terealisasi dengan sempurna.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan. (TRIBUN MEDAN/HO)

Materi ketiga mengenai pentingnya rehabilitasi (medis dan sosial) dibawakan oleh AKBP Magdalena Sirait, S.Si selaku kepala bidang rehabilitasi BNN Provinsi Sumatera Utara. Beliau juga mengutip pernyataan dari Presiden Republik Indonesia yaitu “Indonesia Darurat Narkoba.” Beliau juga berharap para milenial akan berpartisipasi dalam memberdayakan masyarakat supaya terhindar dari penyalahgunaan dan pengedaran narkoba. “Kaum milenial merupakan kaum yang memiliki pemikiran lebih kritis dan kreatif,” kata AKBP Magdalena Sirait, S.Si.

Setelah mendapatkan materi dari ketiga narasumber, para peserta relawan anti-narkoba juga melakukan tes urine guna memastikan kelima puluh relawan tidak menggunakan narkoba. Dari kelima puluh peserta relawan anti-narkoba keseluruhannya terdeteksi negatif dari narkoba. Hal tersebut sangat membanggakan dan sesuai dengan ekspektasi dari BNN Provinsi Sumatera Utara. Relawan anti-narkoba tentu harus bersih dari penggunaan dan pengedaran narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan. (TRIBUN MEDAN/HO)

Kegiatan terakhir yang dilakukan oleh relawan anti-narkoba selanjutnya adalah mendengarkan materi dari narasumber terakhir yaitu Drs. Tuangkus Harianja, MM, materi yang dibahas mengenai pencegahan di lingkungan pendidikan, pekerja, dan masyarakat (keluarga).

Pembekalan yang diberikan oleh Kepala Bidang P2M BNN Provinsi Sumatera Utara kali ini terkesan lebih santai dalam pembawaannya sehinggan membuat suasana menjadi lebih rileks.

Dengan adanya pembekalan dan penguatan yang diberikan BNN Provinsi Sumatera Utara terhadap kelima puluh relawan anti-narkoba ini diharapkan mereka dapat menjalankan tugas dan misi mereka untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di daerah mereka masing-masing, sehingga misi BNN Provinsi Sumatera Utara dalam melaksanakan P4GN dapat terwujud.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, kembali merekrut relawan anti-narkoba untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Sumatera Utara menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta dalam penyalahgunaan narkoba. Pelatihan relawan anti-narkoba Sumatera Utara kali ini dilakukan di Hotel Grand Aston Medan. (TRIBUN MEDAN/HO)
Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved