Dihujani Banyak Pertanyaan oleh Penyidik Polda Sumut, Begini Jawaban Wali Kota Hefriansyah

Saat disinggung tentang kenapa begitu lama pemeriksaan Wali Kota, Hamam Soleh mengatakan ada banyak hal yang dipertanyakan penyidik.

Dihujani Banyak Pertanyaan oleh Penyidik Polda Sumut, Begini Jawaban Wali Kota Hefriansyah
TRIBUN MEDAN /M Andimaz Kahfi
Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor saat ditemui di Polda Sumut, dalam pemeriksaan kedua terhadap dirinya soal kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah telah menjalani dua kali pemeriksaan di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Mapolda Sumut.

Hefriansyah menjalani pemeriksaan pada Senin (29/7/2019) dan Senin (5/8/2019). 

Pada pemanggilan kedua, Hefriansyah tampak menjalani pemeriksaan mulai pagi hingga malam hari.

Kabag Humas Pemerintah Kota Pematangsiantar Hamam Soleh mengatakan Hefriansyah sudah pulang ke rumah.

Katanya, Hefriansyah tiba di Kota Siantar pada Senin (5/8/2019) sekitar pukul 22.00 WIB malam. Hamam Soleh membantah isu orang nomor satu di Kota Siantar itu menjurus ke tersangka.

Saat disinggung tentang kenapa begitu lama pemeriksaan Wali Kota, Hamam Soleh mengatakan ada banyak hal yang dipertanyakan penyidik.

"Tidak ada penetapan tersangka. Wali Kota hanya menerima satu surat panggilan pemeriksaan. Yang kedua kali ini hanya lanjutan dari pemeriksaan pertama," katanya saat ditemui di Balai Kota Pematangsiantar, Selasa (6/8/2019).

Hefriansyah, Wali Kota Pematangsiantar tertangkap kamera saat menangis di Masjid Polda Sumut.
Hefriansyah, Wali Kota Pematangsiantar tertangkap kamera saat menangis di Masjid Polda Sumut. (Facebook)

Kata Hamam Soleh, pertanyaan penyidik yang diajukan ke Wali Kota seperti penerimaan dana insentif sebesar 5 persen dari target pajak.

"Pertanyaan dari penyidik seperti berapa besar insentif diterima. Kalau dalam peraturan kepala daerah dapat menerima lima persen. Walikota berhak menerima lima persen itu dari pendapatan. Namun terkait hasil OTT itu beliau tidak ada menerima," katanya seraya membantah Wali Kota menangis saat menjalani pemeriksaan di Polda Sumut.

Saat disinggung apakah ada pemanggilan selanjutnya ke Wali Kota, Hamam Soleh tidak dapat memastikan. Hamam Soleh mengatakan Hefriansyah telah menjalani aktivitas seperti biasa. tribun-medan.com mencoba mengikuti kegiatan Hefriansyah yang dijadwalkan mengunjungi korban kebakaran di Jalan Kiyai, tetapi Hefriansyah tampak tidak hadir.

Kegiatan itu diwakili istri Hefriansyah, Putri Hutabarat. 

Seperti diketahui, Unit Tipidkor Polda Sumut telah memeriksa pejabat teras dan pegawai untuk pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dengan barang bukti Rp 186 Juta.
Polisi telah memeriksa Sekretaris Daerah Budi Utari Siregar, Wakil Walikota Togar Sitorus, Walikota Hefriansyah, dan para pegawai BPKAD.
Polisi telah menetapkan Kepala BPKAD Adiaksa Purba dan Bendahara Erni Zendrato sebagai tersangka pungli dana insentif pegawai BPKAD.
(tmy/tribun-medan.com). 
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved