Diminta Dirujuk ke Rumah Sakit, Wanita Hamil Ditahan Bidan Puskesmas, Akhirnya Janin Pun Meninggal

Tiba pukul 03 Subuh dan ditangani semampu Bidan tersebut, kemudian dianjurkan tidur di rumahnya hingga Pukul 6 Pagi harinya.

Diminta Dirujuk ke Rumah Sakit, Wanita Hamil Ditahan Bidan Puskesmas, Akhirnya Janin Pun Meninggal
Dok Keluarga Korban
Safrita Sinaga (27) saat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Hadrianus Pangururan, pasca mengalami pendarahan di Puskesmas Limbon, Senin (23/7/2019) malam lalu. Tampak, Bidan Desa Sariaty Sitinjak memimpin jalannya persalinan. 

"Setelah dilihat darah buka 9, barulah dianjurkan ke Pangururan. Kalau itu yang terbaik, kami bawa. Kami bilang gitu, lalu kami dibawa pakai mobil ambulans ke Pangururan," tambahnya.

Safrita menceritakan, beberapa kali rahim hingga pintu kelahiran bayinya ditangani lebih dari satu bidan.

"Pas dipegang perutku, dipaksa ngedan, terus keluarlah darah. Aku juga kasih tau ke bidan, kalau bayiku tak bergerak lagi. Tapi katanya cantik berdasarkan alatnya, padahal sudah tak bergerak lagi," jelasnya.

Tiba di RSUD Pangururan, kepada mereka kata Safrita dr Tonny Simarmata, dokter spesialis Obstetri dab Gibekologi pada RSUD Dr Hadrianus Sinaga Pangururan langsung mengambil tindakan.

Setelah diperiksa oleh dokter bersangkutan, pintu rahim dalam keadaan buka 9 dan dinyatakan bukan akibat pendarahan aktif seerti dismpaikan bidan desa, melainkan karena luka jalan rahim.

Suami Safrita, Efriando Limbong menambahkan, berdasarkan pengecekan dokter Tonny menyampaikan denyut jantung bayi tidak ada lagi sejak dua jam sebelum tiba di Rumah Sakit.

Artinya, keluarga Safrita tiba di rumah sakit antara sekitar pukul 9 ke 10 WIB dan diyakini, bayi tersebut meninggal di dalam kandungan sekitat pukul 7 Sore ketika di Puskesmaa Limbong.

"Ini tak terselamatkan lagi bayinya, sudah dua jam lalu meninggal, kata Efriando Limbong menirukan ucapan dr Tonny.

Padahal, katanya mereka sudah meminta sejak siang hari agar dirujuk, tetapi ditahan sampai jam 9 malam. Mengetahui janin tak breyawa lagi disebut Edriando, bidan bersangkutan hanya bisa diam.

"Dokter Tonny juga sempat menayai mereka, bagaimana penanganan mereka dan mereka diam,"imbuhnya.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved