Jaksa Tetap Minta Syamsul Idris Dijebloskan Ke Rutan karena Memaki Ustaz Pulungan

aksa Penuntut Umum (JPU) Vernando Agus menolak pledoi (nota pembelaan) terdakwa kasus pencemaran nama baik H Syamsul Idris Pasaribu

Jaksa Tetap Minta Syamsul Idris Dijebloskan Ke Rutan karena Memaki Ustaz Pulungan
Tribun Medan/Victory Hutauruk
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vernando Agus menolak pledoi (nota pembelaan) terdakwa kasus pencemaran nama baik H Syamsul Idris Pasaribu (53) di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (6/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vernando Agus menolak pledoi (nota pembelaan) terdakwa kasus pencemaran nama baik H Syamsul Idris Pasaribu (53).

Dalam sidang beragendakan replik di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (6/8/2019), Vernando tegas menolak pembelaan yang dilakukan terdakwa dan meminta mejelis hakim menjebloskan terdakwa selama 6 bulan ke Rutan Tanjung Gusta.

"Menolak seluruhnya isi dari nota pembelaan terdakwa Syamsul Idris Pasaribu. Yang pada intinya terdakwa telah terbukti melakukan penganiayan dalam pasal 310 dan menjatuhkan hukuman terhadap Syamsul Idris dengan 6 bulan penjara di dalam Rutan Tanjung Gusta," ungkap Jaksa.

Usai membacakan duplik, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik akan melanjutkan agenda Duplik atas permintaan terdakwa pada 13 Agustus 2019.

Terdakwa disebutkan jaksa terbukti melakukan penghinaan kepada korban yang merupakan Ustaz dengan mengatakan "Babi Kau !! Memang Betul Lah Kau Babi !!” sambil menunjuk wajah Korban.

Ustaz Samsul Rijal Pulungan yang juga Ketua Himpunan Mubaligh Sumut (Himsu) Medan Amplas menyebutkan bahwa dirinya telah memaafkan perbuatan terdakwa, namun secara hukum harus ada efek jera terhadap pelaku.

"Secara Islam saya tetap memaafkan, tapi secara hukum kan harus tetap berjalan supaya tidak berbuat sewenang-wenangnya agar ada efek jera baik sama terdakwa dan orang di luar sana," tegasnya.

Baginya, yang dilakukan terdakwa sudah sepatutnya diganjar hukuman penjara karena kalimat tersebut sangat diharamkan umat Muslim.

"Dia sudah mengakui perbuatannya, seharusnya sudah sepatutnya masuk penjara. Karena kalimat babi yang dilontarkannya itu kita tahu sangat diharamkan umat Islam," cetusnya.

Jaksa Vernando menjelaskan dalam dakwaan bahwa awal mula kejadian terjadi saat terdakwa Syamsul pada 13 November 2018 bertempat di Kantor Pengadilan Agama Negeri di Jalan SM. Raja, Timbang Deli Medan melakukan penghinaan.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved