Polisi Sita 332 Ekor Belangkas dari Tiga Orang Pengumpul Kepiting

Ketiganya saat ini telah ditahan Polda Sumatera Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Sita 332 Ekor Belangkas dari Tiga Orang Pengumpul Kepiting
TRIBUN MEDAN/HO/Polres Tebingtinggi
332 Belangkas yang diamankan polisi dari tiga orang pengumpul kepiting.(Polres Tebingtinggi) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 332 ekor belangkas (Tachypleus gigas) diamankan Polres Tebingtinggi dari tiga orang agen pengumpul kepiting.

Ketiganya saat ini telah ditahan Polda Sumatera Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Ketiga yang kita amankan tersebut adalah Sofian, Suryadi dan Eko Wijaya yang merupakan warga Dusun I, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai," kata Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi, Selasa (6/8/2019).

Sunadi menuturkan bahwa penangkapan ketiganya berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pengangkutan satwa liar dilindungi dengan sebuah mobil pikap bernomor polisi BK 9460 ZF warna hitam. Dimana, ketiganya ditangkap pada Jumat (2/8/2019) kemarin.

"Saat itu, mobil yang dikemudikan Sofian tersebut melintas di Jalan Lintas Tebing Tinggi-Kisaran, tepatnya di Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai sekitar pukul 01.00 WIB. Dimana, di dalam mobil itu ditemukan sebanyak 165 ekor yang disimpan dalam keranjang bambu dalam keadaan hidup dan 167 ekor belangkas dalam keadaan mati," tuturnya.

"Kemudian, dari pengembangan selanjutnya, pihaknya menangkap dua orang lainnya yakni Suryadi dan Eko Wijaya," sambungnya.

Selain mengamankan ketiga pelaku, petugas juga menyita barang bukti yakni 1 unit mobil pick up Suzuki Carry warna hitam BK 9460 ZF.

"Barang bukti dan tersangka kita serahkan kepada pihak BBKSDA Sumut," tambah Sunadi.

Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan, Pengawetan dan Perlindungan (P3) BBKSDA Sumatera Utara, Amenson Girsang mengatakan bahwa pihaknya menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Tebing Tinggi pada Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Untuk penanganan proses hukumnya, pihaknya menyerahkannya ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah I Sumatera," kata Ameson.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved