Baru Masuk Bui, 2 Napi di Rutan Tanjunggusta Kembali Jadi Otak Peredaran Sabu

Dua narapidana penghuni Rutan Tanjung Gusta Medan kembali disidang karena ketahuan menjadi otak peredaran sabu seberat 10 kg.

Baru Masuk Bui, 2 Napi di Rutan Tanjunggusta Kembali Jadi Otak Peredaran Sabu
Tribun Medan
Dua narapidana dari Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan yaitu Zulhadi Harahap Alias Zul (kiri) Dan Erwinsyah Als Erwin (tengah) dan satu terdakwa Sabar menjadi kurir sabu seberat 10 kg di PN Medan, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Dua narapidana penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan, Zulhadi Harahap Alias Zul Dan Erwinsyah Als Erwin, kembali disidang karena ketahuan menjadi otak peredaran sabu seberat 10 kg.

Sebelumnya, Zulhadi telah divonis 8 tahun penjara pada 2016 silam karena terlibatan peredaran sabu seberat 2 kg. Adapun Erwinsyah divonis 4 tahun atas keterlibatan 1,32 gram sabu pada Desember 2018 lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliana Tarihoran kembali menyeret keduanya di meja pengadilan dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (7/8/2019).

Dalam dakwaan Jaksa, kejadian bermula saat anggota BNNP Sumut Muktiono dan Sanusi mendapat informasi ada yang akan mengambil narkotika jenis sabu dengan menggunakan jalur darat dengan melintas melalui Jalan SM. Raja kota Medan.

Baca: Wajah Kasatpol PP Disiram Minyak Panas saat Tertibkan Pedagang Warkop Elisabeth

Baca: Mahasiswi S-3 Bunuh Diri karena Tak Tahan Diejek, Pacarnya Tuntut Pihak Kampus

Baca: Megawati Beri Undangan Khusus ke Prabowo, 4 Parpol Pendukung 02 Tak Diundang ke Kongres V PDIP

Lalu para personil BNN melakukan penyelidikan terhadap sepeda motor Yamaha RX King BK-3632 PY dengan mengikutinya.

Lalu karena sepeda motor tersebut mogok terdakwa Sabaruddin Lubis Alias Sabar berpindah dengan menaiki becak bermotor.

"Ketika di Jalan Sekata, Sei Agu, Medan Barat dengan membawa 1 buah tas jinjing warna hitam yang di dalamnya ada bungkusan plastik. Dimana selanjutnya BNNP Sumut mengikutinya dan memberhentikan becak motor tersebut dan menyuruh terdakwa turun dari becak motor," jelasnya.

Lalu BNN menyuruh untuk membukakan isi tas jinjin yang dibawanya dan setelah tas tersebut dibuka ditemukan 10 bungkus narkotika jenis sabu yang kemudian dilakukan interogasi.

Dari pengembangan Sabar mengakui bahwa dirinya adalah anggota dari Zulhadi Harahap dan Erwinsyah Alias Erwin.

Sabar bertugas untuk mengambil dan mengantar paket sabu serta mengutip uang dari pembeli sabu sesuai dengan arahan Zulhadi.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved