Buron Selama Dua Tahun, Akhirnya Terdakwa Kurir Sabu 134 Kg Safrizal Duduk di Kursi Pesakitan

Terdakwa juga akan memantau orang yang akan membawa sabu tersebut ke Medan dimana Terdakwa akan memperoleh upah berupa uang

Buron Selama Dua Tahun, Akhirnya Terdakwa Kurir Sabu 134 Kg Safrizal Duduk di Kursi Pesakitan
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kurir sabu sebanyak 134 kg Safrizal alias Jal Bin Nurdin akhirnya harus duduk di kursi pesakitan usai menjadi DPO selama 2 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kurir sabu sebanyak 134 kg Safrizal alias Jal Bin Nurdin akhirnya harus duduk di kursi pesakitan usai menjadi DPO selama dua tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/8/2019).

Terdakwa yang tak mengenakan baju tahanan ini tampak terus menghindari sorotan kamera dari awak media yang mencoba mengabadikan fotonya.

Ia tampak terus menunduk dan sesekali mencoba mengintip selama pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun.

Dalam surat dakwaan, terdakwa Safrizal alias Jal Bin Nurdin disebutkan melakukan aksinya bersama-sama dengan Syarifuddin alias Din, Andi Saputra alias Aan dan Abdul Kawi alias Ade (masing-masing Terpidana Narkotika), serta dengan laki-laki bernama panggilan Bang Pon, Yuyun, Dekda, Syakirin dan, QI (DPO).

Mereka melakukannya pada Juni, Juli dan Agustus 2017 yang bertempat di Hotel The Green Alam Indah Kamar VIP Nomor 8 Jalan Jamin Ginting, Beringin, Medan Selayang dan di Showroom Mobil UD.Keluarga Jl.Platina VII B No.17 Kelurahan Titi Papan Kota Medan.

Kasus ini berawal pada Juni 2017 ketika Terdakwa Safrizal berada di Penang-Malaysia, seseorang dengan nama Bang Pon (DPO) menghubungi dan menawarkan pekerjaan kepada terdakwa.

Yaitu untuk melancarkan peredaran narkotika dengan cara mencari orang yang bisa mengambil sabu yang berasal dari Malaysia tepatnya di daerah perbatasan Laut Aceh - Malaysia. Kemudian mencari orang yang akan mengambil sabu tersebut dari tengah Laut Aceh.

"Terdakwa juga akan memantau orang yang akan membawa sabu tersebut ke Medan dimana Terdakwa akan memperoleh upah berupa uang dari Bang Pon," jelas Jaksa.

Kemudian Bang Pon menyuruh terdakwa menjumpai seseorang bernama Ane di warung Mama di Kuala Kedah Malaysia dan setelah trrdakwa bertemu lalu Bang Pon menghubungi dan memerintahkan memberikan telepon tersebut ke ANE. Kemudian ANE mengatakan “gak papa, kita kerja suruh turun sama Bang Pon“ lalu Terdakwa menjawab “iya”.

Seminggu kemudian, Bang Pon kembali menghubungi terdakwa dan mengatakan bahwa sabu yang disebutkan oleh Bang Pon sebanyak 50 kg sudah sampai kemudian Bang Pon menyuruh Terdakwa agar orang yang di Aceh untuk bekerja.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved