Gagal Raih Medali Emas Kejurnas Atletik di Bogor, Pramoedya Sufallah Akui Sempat Grogi

Pram mengaku kurang puas dengan Raihan medali perak karena targetnya adalah menyumbang emas bagi Sumut.

Gagal Raih Medali Emas Kejurnas Atletik di Bogor, Pramoedya Sufallah Akui Sempat Grogi
HO
Atlet lontar martil asal Sumatera Utara, Pramoedya Sufallah (kanan), berhasil meraih medali perak pada ajang kejuaraan nasional atletik 2019 di Bogor. 

TRIBUN-MEDAN.com - Atlet muda asal kota Medan, Pramoedya Sufallah sukses menjadi penyumbang medali perak bagi Sumatera Utara di ajang kejuaraan nasional (kejurnas) atletik yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat 1-7 Agustus 2019.

Turun di nomor lontar martil putra U-20 Pram berhasil membukukan lontaran sejauh 53,17 meter. Torehan lemparan atlet kelahiran tahun 2001 ini juga berhasil melampaui limit masuk pelatnas junior Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Selain itu, lontaran sejauh 53,17 meter tersebut sekaligus membawanya meraih tiket berlaga ke Pekan Olahraga Nasional di Papua tahun depan setelah melampaui limit PON 48,98 Meter.

Jarak lemparan Pram hanya terpaut 44 centimeter dari peraih me­dali emas di no­mor ini yakni Fahri Suryansyah dari jawa Barat deng­an lontaran 53,61 meter. Se­dangkan perunggu diraih M Zikri Fadila asal Riau dengan lontaran 50,68 meter.

Kepada Tribun Medan, Pram mengaku kurang puas dengan Raihan medali perak karena targetnya adalah menyumbang emas bagi Sumut.

Dia mengaku sempat grogi saat bertanding di stadion Pakansari yang menurutnya sangat bagus.

"Kurang puas bang, harusnya saya emas tuh. Sempat grogi karena baru sekali main di stadion cantik kayak gitu," ujarnya, Rabu (7/8/2019).

Namun secara keseluruhan Pram juga mengaku cukup senang. Apalagi di kejurnas atletik junior perdananya tahun ini dia sudah mampu menunjang medali. Selain itu, saat masih junior dia juga sukses meraih tiket dan bisa berlaga di PON Papua 2020.

Sepulang dari kejurnas atletik di Bogor nanti, Pram akan kembali mempersiapkan diri menuju ajang selanjutnya. Yang terdekat dirinya akan bersiap menghadapi Porwil Sumatera dan Pekan Olahraha Mahasiswa Nasional (POMNAS) November tahun ini.

Berlatih keras pagi dan sore pun akan kembali dijalani peraih medali Perak Asean School Games Malaysia tahun 2018 ini.

"POMNAS nanti berangkat mewakili universitas. Kalau di Porwil Sumatera nanti sudah ikut senior. Target yah medali emas tapi harus kerja keras. Persiapan latihan pagi sore pagi sore, latihan terus , asah teknik, asah power, dan kelincahan," pungkas Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan ini.

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved