Pembangunan Sekolah Baru di Dairi Tidak Ada Sepanjang Tahun 2019

Pembangunan SMP baru ini diusulkan pada Musrenbang Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2020, April 2019 silam.

Pembangunan Sekolah Baru di Dairi Tidak Ada Sepanjang Tahun 2019
Tribun Medan / Dohu
PPK sekaligus Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Anggara R Sinurat, saat ditemui di kantornya, Rabu (7/8/2019). (TRIBUN MEDAN / DOHU LASE) 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Pemkab Dairi belum ada rencana membangun sekolah baru pada tahun 2019 ini. Hal itu diungkapkan Anggara R Sinurat, Kabid Pembinaan SMP sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Dairi.

Dikatakan Anggara, kegiatan Disdik Dairi hingga akhir tahun 2019 masih berupa pembangunan sanitasi dan air bersih, pengadaan mebel, kemudian pembangunan ruang kelas, ruang guru, laboratorium, pagar, pos penjagaan, dan perpustakaan baru, serta rehabilitasi ruang kelas rusak.

"Pembangunan sekolah baru belum ada tahun ini," kata Anggara saat ditemui Tribun Medan di kantornya, Rabu (7/8/2019).

Anggara mengatakan, pihaknya telah mengusulkan satu SMP baru di Desa Pegagan Julu VII, Kecamatan Sumbul. Pembangunan SMP baru ini didasari pertimbangan jarak desa tersebut dan sekitarnya dengan SMP terdekat cukup jauh.

Pembangunan SMP baru ini diusulkan pada Musrenbang Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2020, April 2019 silam.

Selain SMP itu, lanjut Anggara, pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan SD baru di Desa Mbinanga, Kecamatan Pegagan Hilir.

"Harapan kita, kedua usulan itu diterima. Soalnya, kedua desa yang kita proyeksikan pembangunan sekolah baru itu letaknya cukup terpencil," kata Anggara.

"Sebetulnya ada satu lagi SD yang hendak kita usulkan kemarin, yaitu pembangunan SD baru di Desa Alur Subur, Kecamatan Tanah Pinem. Usulan ini sudah lama kita 'mainkan' dan enggak 'tembus-tembus'. Kemarin kita hanya usulkan satu SD, karena khawatir kalau dua malah enggak terkabul," tambah Anggara.

Terkait rencana pembangunan sekolah baru ini, sambung Anggara, pihaknya sudah melakukan pengecekan sejumlah instrumen, antara lain bakal calon lahan gedung sekolah, ketersediaan siswa, dan lain-lain.

Di samping membangun sekolah baru, lanjut Anggara, Disdik Dairi ke depan juga berencana menerapkan sekolah berbasis digital.

"Dengan sistem digital, proses belajar-mengajar di sekolah berubah menjadi menggunakan media digital, yaitu gadget, seperti laptop dan tablet," pungkas Anggara.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved