Dewi Bunuh Bayinya karena Takut Dipecat, Berlinang Air Mata saat Mengakui Kesalahan

Awalnya saya pikir bungkusan plastik hitam itu berisi nasi sisa. Namun, keluar tangan mungil seperti tangan anak bayi.

Dewi Bunuh Bayinya karena Takut Dipecat, Berlinang Air Mata saat Mengakui Kesalahan
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Sidang pembunuhan bayi yang dilakukan Dewi Purnama Sari (28) kembali digelar dengan agenda keterangan terdakwa di PN Medan, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang pembunuhan bayi yang dilakukan seorang PRT, Dewi Purnama Sari (28) kembali digelar dengan agenda keterangan terdakwa di PN Medan, Rabu (7/8/2019).

Ibu asal warga Tulung Mili Indah, Kotabumi, Kab Lampung Utara, Provinsi Lampung merupakan PRT di Perumahan Malibu Indah Raya Blok H No. 27 Kel Suka Damai, Medan.

Sidang yang diketuai majelis hakim, Richard Silalahi itu awalnya dihadirkan saksi Jasmanto Siagian selaku petugas kebersihan yang menemukan bayi dan dokter Ritonga dari RS Bhayangkara Medan yang melakukan autopsi.

Kedua saksi itu memberikan keterangan secara bergantian.

"Saya menemukan bayi itu ketika membongkar sampah di tempat penampungan Pak Hakim.

Awalnya saya pikir bungkusan plastik hitam itu berisi nasi sisa.

Namun, keluar tangan mungil seperti tangan anak bayi.

Karena penasaran, lalu saya koyak plastik itu. Ternyata isinya mayat bayi perempuan," ucap Jasmanto.

Selanjutnya atas penemuan itu, Jasmanto kemudian melaporkan kepada pimpinannya dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, hasil visum dalam dan luar yang dilakukan dokter Ritonga menyebutkan bayi itu baru saja dilahirkan.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved