Salam Sumut Ingin Hadiahkan 2000 Ecobrik untuk Bumi
Karena kita sebagai penggiat lingkungan kita mau berkontribusi untuk bumi ini, maka kita sepakat membuat gerakan #2000ecobrikforworld.
TRIBUN-MEDAN.com - Banyaknya sampah plastik di pinggiran sungai deli, membuat Sahabat Alam Sumatera Utara (Salam Sumut) berinisiatif untuk membuat gerakan 2000 Ecobrik untuk bumi (#2000ecobrikforworld).
Ecobrik merupakan seni mengolah sampah dengan cara yang sangat sederhana, yakni dengan memasukkan sampah kedalam botol kosong sehingga tercipta perpaduan warna yang beragam, Ekobrik juga kerap diubah menjadi berbagai barang yang bermanfaat serta bernilai seni.
Sekertaris Salam Sumut, Ben Hutagaol mengatakan latar belakang gerakan ini dibuat, selain karena prihatin terhadap penggunaan sampah plastik di sungai deli, juga untuk memberikan manfaat kepada bumi yang sudah merawat manusia.
"Karena kita sebagai penggiat lingkungan kita mau berkontribusi untuk bumi ini, maka kita sepakat membuat gerakan #2000ecobrikforworld. Ini adalah bentuk kontribusi kami sebagai hadiah untuk bumi," katanya Rabu (7/8/2019)
Salam Sumut dan beberapa rekan lainnya sudah memulai misi ini sejak 23 Juni 2019 yang lalu, dan targetnya misi ini akan selesai pada Desember yang akan mendatang.
"Keuntungan yang kita dapat, tentunya sampah plastik tidak lagi berserak apa lagi dibuang ke sungai deli, dan juga kita dapat meminimalisir sampah plastik kita sendiri. Selain itu kita bisa memanfaatkan nya sebagi pagar tanaman,meja ,kursi dan banyak hal lainnya," kata Ben.
Ben mengatakan setelah tercapai 2000 ekobrik, mereka akan membuat patung manusia memeluk bumi yang berukuran 4 meter. Dan dibawa parade keliling kota Medan, hal tersebut juga sebagai bentuk kampanye untuk mengajak masyarakat membuat ekobrik, sekaligus mengkritisi masyarakat yang umumnya terlalu banyak menggunakan sampah plastik.
"Nantinya setelah patung ini selesai kita berencana membuat kampanye roadshow di kota Medan, dan ini adalah salah satu bentuk kampanye kita untuk pelestarian lingkungan dengan Ecobrik. Setelah ini tentunya kita akan menjadikan patung ini menjadi hiasan di kelurahan XII Sei Mati ,Medan Maimun. Kota Medan," katanya.
Saat ditanya mengapa harus ecobrik kata Ben, ekobrik adalah salah satu metode yang paling mudah untuk di lakukan untuk meminimalisir sampah plastik, anak anak juga dapat melakukan nya, dapat bernilai guna dan menciptakan karya.
"Untuk Targetan nya kita akan selesai kan di bulan Desember 2019 yang akan datang, teman-teman juga ada yang membantu dengan memberikan ecobrik nya sama kita," katanya
Sejauh ini Salam sudah mengumpulkan lebih dari 200 ekobrik, dan tetap optimis mengajak masyarakat sekitar dan umum untuk ikut serta. Ben menambahkan bagi siapapun yang ingin berpartisipasi dalam gerakan ekobrik ini dipersilahkan menyerahkan ekobrik ke Sanggar Sasude.
"Bagi yang berpartisipasi kita
berikan hadiah yaitu mendapat produk kopi Natumika untuk 10 ecobrik dan gratis kaos salam Sumut untuk 200 ecobrik, bisa langsung ke sanggar sasude dibelakang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mandailing atau bisa langsung DM instagram sanggaranaksungaideli, atau salam sumut," katanya.
(cr21/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-anak-pinggir-sungai-deli-bersama-anggota-salam-sumut.jpg)