Eksekusi 4 Ruko di Pasar Berastagi Berlangsung Ricuh, 2 Orang Pelaku Kerusuhan Diamankan

Proses eksekusi empat bangunan jenis rumah toko (ruko) yang berada di Jalan Pembangunan, Gang Merek, Berastagi, Kamis berlangsung ricuh.

Eksekusi 4 Ruko di Pasar Berastagi Berlangsung Ricuh, 2 Orang Pelaku Kerusuhan Diamankan
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Personel Polres Tanah Karo, terlibat saling dorong dengan pihak termohon yang rumahnya akan dieksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Kabanjahe, Jalan Pembangunan, Gang Merek, Berastagi, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Proses eksekusi empat bangunan jenis rumah toko (ruko) yang berada di Jalan Pembangunan, Gang Merek, Berastagi, Kamis (8/8/2019) berlangsung ricuh. Langkah petugas juru sita Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe, mendapat penentangan dari pihak yang rumahnya akan dieksekusi.

Diketahui, eksekusi ini berdasarkan putusan dari PN Kabanjahe yang memenangkan Lingen Purba sebagai penggugat, pembanding, dan pemohon eksekusi. Melawan Kobe bru Barus, Embue bru Sembiring, Japan Sembiring, dan Merih bru Sembiring.

"Jadi eksekusi ini berdasarkan surat keputusan nomor 38/Plt.G/1998.PN.Kbj. Dengan kasus sengketa lahan antara Ligen Purba, dengan Kobe bru Barus dan kawan-kawan. Sebenarnya antara pemohon dan termohon sudah meninggal, sekarang tinggal ahli warisnya," ujar petugas juru sita PN Kabanjahe Cristian Surbakti.

Saat proses eksekusi petugas dari PN Kabanjahe juga turut membawa alat berat berupa excavator untuk merubuhkan bangunan. Namun, saat alat berat tersebut bergerak ke depan ruko yang direncanakan akan dieksekusi, langsung mendapatkan perlawanan dari pihak tergugat.

Baca: Video Detik-detik Wajah Kasatpol PP Medan Disiram Air Panas oleh Pedagang Warkop Elisabeth

Baca: Jenderal Wanita asal Karo, Tama Ulinta Tarigan Siap Pimpin Pengadilan Militer Medan

Baca: Kisah Pilu Pramugari Cantik Lion Air, Menghembuskan Nafas Terakhir saat Berlibur di Kampungnya

Para pihak tergugat yang tidak terima bangunan rumahnya akan dirobohkan, langsung menghalau alat berat tersebut. Namun, pada saat yang sama personel dari Polres Tanah Karo juga menghadang masyarakat yang ingin menghalangi proses eksekusi.

Dari keadaan yang sudah tidak kondusif lagi, aksi saling dorong antara pihak tergugat dengan anggota kepolisian tidak sempat terelakkan. Akibatnya dua orang pria yang diduga menjadi provokator, sempat diamankan oleh petugas.

"Eksekusi ini sudah berkekuatan hukum, jangan ada yang mencoba untuk menghalangi. Provokator langsung bawa ke mobil tahanan, jangan ada yang dipukul," ucap Kasat Sabhara Polres Tanah Karo AKP Bumbunan Lumban Raja.

Namun, keduanya tidak sempat ditahan lama oleh pihak kepolisian. Karena keduanya diketahui merupakan pihak yang juga sebagai termohon.

Saat operator excavator mendekati bangunan yang akan dieksekusi, seorang wanita yang diketahui sebagai pengacara dari pihak tergugat meminta untuk proses damai. Pada proses tersebut, petugas PN Kabanjahe meminta agar seluruh pihak termohon hadir untuk sama-sama menyetujui damai. Untuk itu, keduanya langsung dilepaskan karena dibutuhkan untuk melihat proses perdamaian.

"Tapi karena keduanya juga termasuk pihak termohon, dan mereka mau mengadakan proses negosiasi dengan pihak pemohon, jadi keduanya sudah selesai, langsung kami lepaskan," ucap Kabag Ops Polres Tanah Karo Kompol B Sembiring.

Cristian kembali menjelaskan, eksekusi ini juga sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi Medan per tanggal 4 juli tahun 2000, dan putusan penolakan kasasi dari Mahkamah Agung per tanggal 26 Mei tahun 2006. Dirinya menyebutkan, dari putusan tersebut selain empat bangunan ruko tersebut, ada 15 bangunan rumah yang ikut dieksekusi.

"Total lahan yang akan dieksekusi ada sekitar 1.650 meter, yang di atasnya sudah dibangun 19 rumah termasuk empat ruko yang di depan ini," ucapnya, didampingi juru sita lainnya Petrus Surbakti.

Cristian mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunda proses eksekusi dikarenakan kedua pihak sedang melakukan perundingan untuk berdamai. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved