Hakim Ali Pertanyakan Status DPO Mujianto di Polda, Saksi Sebut Miliki Video Keterangan P22 Kejati

Hakim tunggal Ali Tarigan tampak terheran mendengar kesaksian bahwa Mujianto sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)

Hakim Ali Pertanyakan Status DPO Mujianto di Polda, Saksi Sebut Miliki Video Keterangan P22 Kejati
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Sidang keterangan saksi praperadian Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Mujianto di Pengadilan Negeri Medan. Hakim tunggal Ali Tarigan tampak terheran mendengar Mujianto sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Sidang lanjutan Praperadian Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Mujianto berjalan cukup panjang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (8/8/2019).

Hakim tunggal Ali Tarigan tampak terheran mendengar kesaksian bahwa Mujianto sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Poldasu karena melarikan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal ini disampaikan saksi Rudi Hendro Wijaya Silitonga saat dicerca beberapa pertanyaan oleh Hakim Ali di Ruang Cakra 6.

“Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Mujianto sempat ditahan selama 9 hari di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu. Ia dilepas dengan jaminan pihak keluarga. Namun, Mujianto tidak kooperatif hingga Poldasu memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," tuturnya.

Saksi melanjutkan bahwa pelarian Mujianto terhenti setelah pihak Imigrasi Bandara Soekarno Hatta berhasil meringkusnya saat hendak kabur keluar negeri. Mujianto kemudian digelandang ke Mapoldasu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Hampir 4 bulan Mujianto menjadi buronan yang masuk DPO Poldasu. Dalam tenggang waktu itu, perkaranya pun sudah dinyatakan lengkap memenuhi ketentuan hukum formil dan materil alias P21,” sebut Rudi yang mengaku mengetahui kasus Mujianto berdasarkan keterangan pers Direktur Reskrimum Polda Sumut.

Ia menerangkan bahwa setelah ditangkap pihak Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, ujar Rudi, selanjutnya Mujianto dibawa ke Mapoldasu.

Sehari kemudian Mujianto bersama stafnya Rosihan Anwar berikut berkas perkara dan barang bukti diserahkan Poldasu ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk diproses ke pengadilan.

“Setelah perkaranya dinyatakan P21, pihak Poldasu menyerahkan Mujianto ke Kejatisu,” tutur Rudi.

Saksi lainnya Hasbullah menerangkan, kasus dugaan penipuan yang menjerat Mujianto dan stafnya Rosihan Anwar sudah dinyatakan lengkap memenuhi ketentuan hukum formil dan materil (P21).

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved