Inilah Daerah Penghasil Padi Terbanyak di Sumut

Ia menjelaskan saat ini stok padi masih bisa bertahan hingga tujuh bulan kedepan dan dengan adanya produksi padi ini Sumut masih surplus.

Inilah Daerah Penghasil Padi Terbanyak di Sumut
TRIBUN MEDAN/HO
Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan bersama Wakil Bupati H Zainuddin Mars menghadiri panen raya padi dan bawang di Desa Perbarakan Kecamatan Pagar Merbau, Rabu (27/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (Sumut) pertanaman padi terluas ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yakni 82.856,8 hektare (ha) kemudian diikuti Kabupaten Langkat sejumlah 47.830,2 ha hektare dan Kabupaten Simalungun sebesar 40.951,6 ha.

"Kalau untuk sentra padi sampai dengan saat ini ada di Madina itu luas panennya 82.856,8 dan hasil produksinya 424. 226,8 ton. Peringkat kedua itu Langkat ada 47.830,2 ha dan hasil produksinya 244.890,6 ton
lalu Simalungun sebesar 40.951,6 ha luas panen padinya dan produksi 209.672,2 ton," ujar
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, Ir. Dahler Lubis, Kamis (8/8/2019).

Dahler mengatakan Januari hingga Juni 2019, Sumut telah merealisasikan luas panen tanaman padi seluas 548.188 ha dengan rata-rata hasil produktivitas 51,20 kwintal (kw) per ha, dan Januari sampai dengan Juni produksi padi mencapai 2.811.840 ton.

"Target kita untuk 2019 ini luas panen padi sebesar 1,026,978 ha dengan produktivitas 52 kw per ha dan produksi padi 5,3 juta ton," ujarnya.

Ia menjelaskan sedangkan untuk jagung luas panennya sebesar 161.880 ha dengan produktivitas rata-rata hasilnya 62,41kw per ha dengan total produksi 1.010.293 ton.

Sementara itu untuk kedelai memiliki luas panennya sebesar 3.455 ha dengan rata-rata hasil produktivitas sebesar 11,82 kw per ha dan hasil produksi sebesar 4 ribu ton.

"Untuk kacang tanah memiliki luas panen sebesar 1.695 ha, hasil produktivitas sebesar 11,44 kw per ha dan hasil produksi 1.939 ton. Sedangkan kacang hijau hampir sama dengan kacang tanah luas panennya 1.512,
hasil produktivitas sebesar 11,13 kw per ha dan produksinya 1.683 ton. Keadaan ini masih pertengahan tahun dari Januari sampai dengan Juni," ucap Dahler.

Diakuinya, semua daerah sudah merealisasikan tanam padi, apalagi dengan adanya program LTT (Luas Tambah Tanam) padi.

"Pendataan luas tanam setiap hari kita laporkan. Jadi petugas kita yang di lapangan itu turut membantu tingkat pendataan dan dilaporkan baik itu ke BPS (Badan Pusat Statistik), Kementerian, kerjasama dengan TNI khusus untuk yang LTT," ujar Dahler.

Diakui Dahler, pihaknya memiliki sedikit kendala terkait pendataan luas baku lahan sawah.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved