Karyawan Dihukum Makan Ikan Hidup dan Minum Darah Ayam karena Tak Capai Target

Meski mendapat kritikan dengan aksinya yang kejam, pihak perusahaan mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan hukuman itu.

Unilad
Perusahaan konstruksi hukum pekerja makan ikan hidup-hidup dan darah ayam karena tak capai target. 

TRIBUN-MEDAN.com - Saat sebagian perusahaan hanya memberi kritik atau teguran khusus pada karyawan yang tidak berhasil mencapai target, perusahaan satu ini mengambil langkah sangat ekstrem.

Sebuah perusahaan di China menjadi perbincangan warganet, setelah video pemberian hukuman pada karyawan beredar di internet.

Perusahaan itu, kabarnya, menghukum pekerja yang tidak mencapai target dengan memakan ikan hidup-hidup.

Perusahaan itu bergerak dalam bidang konstruksi, berlokasi di provinsi Guizhou.

Tak cukup dengan hukuman makan ikan hidup, perusahaan ini juga memerintahkan karyawannya untuk meminum darah ayam.

Meski mendapat kritikan dengan aksinya yang kejam, pihak perusahaan mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan hukuman itu.

Baca: Video Detik-detik Wajah Kasatpol PP Medan Disiram Air Panas oleh Pedagang Warkop Elisabeth

Baca: Kisah Pilu Pramugari Cantik Lion Air, Menghembuskan Nafas Terakhir saat Berlibur di Kampungnya

Baca: Terkait Resepsi Pernikahan Tania Nadira-Abdullah Berbiaya Rp10 Miliar, Terungkap Pekerjaan Suami

Ini bukan pertama kalinya perusahaan di China memberikan hukuman yang ekstrem pada pekerja.

Awal tahun lalu, sebuah perusahaan kecantikan menghukum karyawannya merangkak di jalan raya karena tidak memenuhi target penjualan.

Insiden ini terjadi pada 14 Januari 2019, bertempat di jalan raya Provinsi Zaozhuang.

Pekerja terlihat merangkak, sambil menggunakan seragam kantor lengkap.

Diperkirakan ada sebanyak enam orang pekerja yang terlihat sedang merangkak dengan tangan dan lutut mereka di jalanan yang ramai itu.

Sementara itu, di belakang, mengikut seorang pria yang memegang bendera berlogokan nama perusahaan.

Tindakan kejam perusahaan diberhentikan oleh polisi.

Karenanya, perusahaan itu ditangguhkan untuk sementara karena sudah melakukan hal itu.

Menurut laporan, manajer ini dilakukan oleh manajer sebagai aksi untuk memotivasi para pegawai.

Menurutnya, pekerja memiliki penjualan yang sangat rendah, dan ini dipercaya dapat menjadi pelajaran agar membuat mereka semakin baik kedepan.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved