Kepala BNPB Doni Monardo Puji Edy Rahmayadi Figur Anak Bangsa Luar Biasa

Doni Monardo memuji Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan menyebutnya figur anak bangsa yang luar biasa.

Kepala BNPB Doni Monardo Puji Edy Rahmayadi Figur Anak Bangsa Luar Biasa
TRIBUN MEDAN/HO
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan bencana lingkungan, dan pengembalian fungsi konservasi, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (8/8/2019) 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN-
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memuji Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan menyebutnya figur anak bangsa yang luar biasa. 

“Dulu sama-sama kami angkatan 85, Pak Edy memang selalu merendah mengatakan nilainya kurang bagus, tetapi satu hal yang tidak bisa dikalahkan yaitu semangat beliau yang tidak pernah padam,” ucapnya,  yang disambut dengan tepuk tangan dari para hadirin.

Hal itu disampaikan Doni Monardo ketika menjadi pembicara utama pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama BNPB Indonesia terkait penanggulangan bencana, lingkungan, dan pengembalian fungsi konservasi, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (8/8).

Hadir di antaranya Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Forkopimda, para Bupati/Walikota se-Sumut, OPD dan ASN Pemprov Sumut, dan rombongan BNPB.

“Hal ini menunjukkan semangat dan komitmen Pemeritah Provinsi (Pempov) Sumut untuk memperbaiki, melestarikan, dan memperindah Sumut. Salah satunya, melalui rencana normalisasi sungai dan pembangunan tol sungai,” ujarnya.

Tentang solusi permasalahan lingkungan terkait normalisasi sungai, kata Doni, hanya bisa diselesaikan dengan sinergitas dan konsep kesatuan komando.

Menurut pengalamannya, apabila masing-masing dinas atau pihak terkait masih bekerja sendiri-sendiri maka akan sulit untuk melakukan upaya-upaya pengembalian fungsi ekosistem dan konservasi.

“Untuk itu, saya mengajak Bapak Bupati dan Walikota, serta seluruh pihak yang hadir di sini untuk bertekad membantu Pemerintah Provinsi Sumut mengembalikan fungsi ekosistem. Mumpung Gubernurnya mau dan memiliki komitmen, mari didorong. Termasuk juga dengan pihak media,” ujar Doni.

Terkait pembangunan tol sungai, Doni memberikan masukan untuk memperhatikan berbagai aspek kerugian serta perubahan ekosistem, sempadan sungai, dan kondisi pepohonan di sekitar sungai.

Baca: Hermansyah Minta Pemkab Karo Selesaikan Pembangunan Rumah Pengungsi Sinabung

Kepada para peserta Rakor, Kepala BNPB juga berbagi pengalaman tentang usaha penyelamatan Sungai Citarum di Jawa Barat, yakni sungai yang pernah dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Sungai Citarum sepanjang 269 kilometer dibagi menjadi 23 sektor dan dipimpin masing-masing kolonel yang membawahi 200 prajurit. Menetap dan bergaul dengan masyarakat setempat, tim melakukan pendekatan emosi.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved