Ngaku Sudah Jadi Kader PDIP, Ruhut Sitompul Dikenal Kutu Loncat: Saya Total dan Loyalis
Ruhut Sitompul mengaku sudah menjadi kader Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan (PDIP semenjang tiga tahun lalu.
TRIBUN-MEDAN.com - Ruhut Sitompul mengaku sudah menjadi kader Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan (PDIP semenjang tiga tahun lalu.
Dikenal sebagai kader 'kutu loncat' dari partai yang satu ke partai yang lain, Ruhut Sitompul mengaku total dan loyal menjadi kader partai yang dibelanya.
Baik di Partai Golkar, Demokrat maupun saat ini di PDI Perjuangan, Ruhut mengaku sebagai seorang yang tetap loyal kepada partai.
Namun faktanya setelah partai tersebut tidak berkuasa, Ruhut berpindah kepada partai yang menangi pemilu.
"Di Golkar saya total, di Demokrat saya total. Di PDI Perjuangan saya pasti lebih total," kata Ruhut Sitompul seperti yang diwawancarai Tribun Bali saat hadir dalam kongres PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Denpasar, Kamis (8/8/2019).
Ruhut saat itu hadir sebelum pukul 11.00 Wita.
Kedatangan Ruhut langsung disambut ajakan berswafoto oleh berbagai kader dan simpatisan PDIP yang lain.

Ruhut Sitompul bersama para kader PDI Perjuangan saat menghadiri agenda di Kongres V PDIP, di Bali pada Kamis (8/8/2019) (Tribun Bali / I Wayan Sui Suadnyana)
Saat hadir di lokasi Kongres, Ruhut berbicara soal dirinya yang kini sebagai kader PDIP.
Menurut Ruhut, dia sudah menjadi kader PDIP Perjuangan sejak tiga tahun lalu dan ia mengungkapkan terima kasih kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Saya terima kasih kepada ibu Mega," katanya saat ditemui awak media di lobi Hotel Grand Inna Bali Beach.
Saat ditanya mengenai jabatan di PDIP, Ruhut mengaku tak menjabat sebagai apapun dan cukup hanya sebatas loyalis.
"Saya kan di mana saja saya pasti loyalis," tuturnya.
Luhut membeberkan bahwa ia sudah mendukung kader-kader PDIP dalam berbagai hajatan politik, mulai dari majunya Jokowi-Ahok di Pilkada DKI Jakarta hingga Jokowi dicalonkan sebagai presiden.
Pindahnya Ruhut ke PDIP dari Partai Demokrat mengklaim keberadaannya masih diharapkan oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun demikian Ruhut telah menyatakan keinginannya pada SBY untuk pindah ke PDI Perjuangan.
"Namanya saya tetap manusia, hanya saja orang-orang yang tidak senang sama saya karena takut bersaing di Demokrat," katanya sambil menyebut dari kecil keluarganya merupakan pendukung PNI.
Ruhut mengatakan kalau dirinya meminta Demokrat untuk mendukung jokowi sejak 2014, namun SBY tidak mau mendengar. Pada saat itu Ruhut terpilih lagi menjadi legislatif ke Senayan.
Namun ketika itu arah politik Partai Demokrat dan SBY tetap berada di luar pemerintahan dan menjadi oposisi. Bahkan Ruhut menyindir petinggi Demokrat yang pada akhirnya non-job usai tidak terpilih menjadi anggota legislatif.
"Lihat siapa lingkungan itu, semua gak ada yang terpilih. Roy Suryo terpilih? Ferdinand Hutahean terpilih? (Jansen) Sitindaon tepilih? gak ada," katanya sambil tertawa.
Namun katanya kalau dirinya didaftar menjadi caleg dia sesumbar akan menang masuk ke Senayan. Namun saat ini dirinya tidak ingin fokus menjadi legislatif.
"Tapi sekarang bukan caleg yang saya butuhkan, saya ingin mengabdi ke PDI Perjuangan," katanya.
Seperti diketahui, hari ini merupakan hari pertama berlangsungnya Kongres ke V PDIP.
Kongres akan dibuka oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan pada pukul 13.00 Wita.
Selain Megawati, direncanakan hadir sejumlah tokoh seperti Presiden RI Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan berbagai tokoh lainnya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Hadiri Kongres V PDIP di Bali, Ruhut Sitompul Bicara Soal Dirinya Sebagai Kader Yang Paling Loyal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ruhut-sitompul-pakai-seragam-pdip_20180430_181254.jpg)