Ternak Ayam Tak Berizin di Tanjungmorawa Sumber Lalat Serbu 2 Desa Tetap Dibiarkan Beroperasi

Walaupun warga terus mengeluh, namun upaya Pemkab Deliserdang masih sekedar tindakan persuasif saja.

Ternak Ayam Tak Berizin di Tanjungmorawa Sumber Lalat Serbu 2 Desa Tetap Dibiarkan Beroperasi
Tribun Medan/Indra Gunawan
Warga Desa Dalu X B memukul lalat dengan menggunakan sapu lidi. Warga di desa ini mengeluhkan banyaknya lalat yang diakibatkan peternakan ayam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemkab Deliserdang memilih untuk tidak menindak peternakan ayam tanpa izin yang menyebabkan banyaknya lalat di dua desa yakni Desa Dalu X A dan Dalu X B Kecamatan Tanjungmorawa yang masih terus diserang lalat akibat adanya peternakan ayam potong tidak berizin.

Walaupun warga terus mengeluh, namun upaya Pemkab Deliserdang masih sekedar tindakan persuasif saja.

"Jelas itu memang tidak berizin. Kemarin kita dari Dinas sudah buat pertemuan dengan pengusaha di kantor Kepala Desa dan hasil dari pertemuan itu intinya pengusaha kedepannya akan rutin melakukan penyemprotan agar lalatnya tidak ada. Terus kotoran ayam itu dipantau dan diambil agar jangan ada lalat lagi di pemukiman warga," ujar Kadis Pertanian Deliserdang, Samsul Bahri ketika temui di Kantor Bupati Kamis, (8/8/2019).

Ia mengaku pada dasarnya Satpol PP Deliserdang menindak pengusaha karena memang usaha yang dijalankan tidak berizin dan meresahkan warga.

Baca: Perumahan Penduduk di Dua Desa Ini Diserang Lalat Akibat Kandang Ternak Ayam

Baca: Video Detik-detik Wajah Kasatpol PP Medan Disiram Air Panas oleh Pedagang Warkop Elisabeth

Baca: Satpol PP Deliserdang Jaring 27 Pelajar, Ada yang Bawa Pisau

"Kami lihat lagilah nanti perkembangannya bagaimana, apakah pengusaha melakukan apa yang disuruh dan telah disepakati dalam pertemuan atau tidak. Kalau masih banyak laginya lalatnya ya kita lihat nantilah. Satpol PP lah mungkin yang tindaklanjut," kata Syamsul.

Kepala Desa Dalu X B, Wantoro membenarkan bahwa Dinas Pertanian telah membuat pertemuan dengan pihak pengusaha. Namun disebut pada saat itu dari lima orang pengusaha peternakan ayam potong tersebut hanya tiga saja yang datang.

"Sudah kami undang sebenarnya, ada dua yang tidak hadir. Hari Selasa lalu pertemuannya di kantor Desa. Inti dari pertemuannya, ya itu disuruh untuk rutin menyemprot agar lalatnya tidak ada. Dibilang orang dinas kalau memang masih ada lagi nantinya ya mungkin orang Satpol PP yang bakal turun," kata Wantoro.

Ia mengatakan, antara warga dan pengusaha pada tahun sebelumnya sudah pernah membuat pertemuan.

Saat itu ada lebih dari seratus warga yang menolak keberadaan kandang ternak ayam potong. Dari beberapa kandang ayam yang ada baru satu kandang saja yang berhasil dihentikan aktivitasnya. Sementara lima lagi yang berada di dusun I Desa Dalu X B dan Desa Dalu X A masih beroperasi.

"Inikan ternak ayam potong masyarakat. Dan di desa ini orangnya satu kampung saudara semua. Jadi ada juga yang memang masih memakluminya," kata Wantoro. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved