30 Persen Anak Usia Dini di Dairi Belum Terjamah Layanan PAUD

Masih ada 30 persen lebih anak-anak kecil (berusia dini) di Kabupaten Dairi yang belum menerima layanan PAUD.

30 Persen Anak Usia Dini di Dairi Belum Terjamah Layanan PAUD
Tribun Medan/Dohu Lase
Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi H Lumbantobing 

TRIBUN-MEDAN - Masih ada 30 persen lebih anak-anak kecil (berusia dini) di Kabupaten Dairi yang belum menerima layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, H Lumbantobing, saat ditemui Tribun Medan, Jumat (9/8/2019) mengatakan, PAUD/TK yang ada di Dairi baru berjumlah 204. Sementara, lembaga pendidikan nonformal hanya satu, yaitu Sanggar Kegiatan Belajar Dairi.

Persebaran PAUD itu, kata Lumbantobing, pun paling banyak di Kecamatan Sidikalang dan pada tiap ibukota kecamatan-kecamatan.

"Jumlah itu berdasarkan yang terdaftar pada kita. Tentu jumlah itu masih kurang ya," kata Lumbantobing.

Ia mengungkapkan, 30 persen anak-anak usia dini yang belum tersentuh layanan PAUD/TK tersebut berada di desa-desa terpencil.

Baca: Kronologi Lamaran Pernikahan Berdarah, Satu Orang Tewas, 6 Orang Luka-luka hingga Telinga Putus

Baca: Reuni Sekolah Berujung Perselingkuhan, Pria Ini Tega Tinggalkan Istri dan 2 Anak, Kini Masuk Bui

Baca: Hj Iriana Joko Widodo Manortor Bersama Anak PAUD Toba Nauli

Lumbantobing mengaku, pihaknya tak bisa pula serta-merta mendirikan PAUD lantaran melihat kondisi tersebut.

Sebab, PAUD tergolong lembaga yang amat bergantung terhadap keberadaan anak-anak usia dini pada suatu wilayah.

"Murid-murid PAUD ini kan anak-anak usia dini. Ketika pada suatu wilayah, seluruh anak usia dini sudah bertumbuh besar, maka otomatis PAUD di wilayah itu tidak punya murid lagi. Sudah banyak PAUD di Dairi tutup karena hal ini," beber Lumbantobing.

"Tak mungkin juga kan kita suruh para orangtua untuk terus membuat anak, agar PAUD tetap hidup, tetap ada muridnya," imbuh Lumbantobing.

Menurut Lumbantobing, PAUD boleh diselenggarakan perorangan dan pemerintah desa. Dinas Pendidikan menjamin kemudahan pengurusan izin pendirian PAUD.

Soal gaji guru PAUD yang amat minim, kata Lumbantobing, juga jadi perhatian pihaknya. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi mengadakan pemberian dana Bantuan Operasi Pendidikan (BOP) terhadap seluruh PAUD terdaftar sebesar Rp600 per jumlah murid.

Lumbantobing menambahkan, tahun depan pihaknya berencana mengusulkan pengadaan alat-alat permainan anak usia dini pada Musrenbang RKPD 2021.

"PAUD ini murni pengabdian. Orang banyak mengganggap sepele PAUD ini. Padahal, usia dini adalah usia emas. Saat yang tepat untuk mengajari anak tentang hal-hal dasar dalam hidup," pungkas Lumbantobing. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved