Kuasai Sebagian Gedung Warenhuis, Serikat Pekerja Ini Menolak Ditertibkan Satpol PP

Awalnya Satpol PP Kota Medan membawa satu unit truk untuk membawa barang-barang yang telah dikeluarkan dari dalam gedung untuk diangkut.

Kuasai Sebagian Gedung Warenhuis, Serikat Pekerja Ini Menolak Ditertibkan Satpol PP
Tribun Medan / Dimaz
Satpol PP Kota Medan yang terpaksa menambah jumlah armada untuk mengangkut barang-barang bekas yang berada di dalam gedung Warenhuis. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banyaknya barang-barang yang berada di dalam gedung bersejarah Warenhuis yang dahulu kala merupakan sebuah supermarket membuat Satpol PP Kota Medan, terpaksa harus menambah armada untuk mengangkut barang-barang yang berada di dalam bangunan.

Awalnya Satpol PP Kota Medan membawa satu unit truk untuk membawa barang-barang yang telah dikeluarkan dari dalam gedung untuk diangkut.

Tak lama setelahnya, truk yang tadinya berjumlah hanya satu bertambah menjadi empat truk. Dengan tiga di antaranya truk Satpol PP dan satu truk dari dinas kebersihan Kota Medan.

Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Harahap mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya sudah memberikan imbauan dan surat pemberitahuan untuk mengosongkan gedung.

"Sesuai dengan SOP kita sudah sampai tahapan selama 3 hari kepada mereka yang tinggal di dalam gedung," kata Rakhmat di TKP, Jumat (9/8/2019).

"Tidak ada penolakan dalam penertiban bangunan aset Pemko Medan tersebut," sambungnya.

Namun demikian, lanjut Rakhmat pihak SPSI yang juga menjadi salah satu pihak yang selama ini mendiami gedung Warenhuis masih menolak.

"Sudah kita komunikasikan kembali. Tapi mereka mengaku karena belum dapat izin," ujarnya.

Untuk memuluskan penertiban gedung bersejarah Warenhuis, Satpol PP menurunkan 220 personel termasuk petugas dari kecamatan.

"Sejauh ini masih aman, semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," harapnya.

Terkait, kalau ada barang-barang berharga di dalam bangunan. Rakhmat mengaku mereka akan antarkan kepada pemiliknya, kalau mereka tidak bisa mengangkut.

Soal, mereka yang tinggal dilokasi minta direlokasi, Rakhmat mengatakan itu bukan kewenangan dirinya.

"Kita belum bisa berikan solusi. Karena tugas kita hanya menertibkan sesuai aturan," sebutnya.

"Pokoknya nanti setelah ditertibkan akan ditutup dengan seng oleh orang Perkim bangunan ini," tutup Rakhmat.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved