Muliati tak Tahu Rumah yang Ditempatinya dari Kecil Ternyata Tanah Negara

Wanita berkulit putih ini tampak kebingungan saat Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Harahap mendatangi rumahnya.

Muliati tak Tahu Rumah yang Ditempatinya dari Kecil Ternyata Tanah Negara
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Muliati (kiri)warga sekitar gedung bersejarah Warenhuis yang ikut tergusur, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sudah semenjak lahir, Muliati telah tinggal disebuah rumah petak semi permanen dengan dua unit ruangan yang sekaligus dijadikan kamar.

Lokasi rumah wanita berusia 38 tahun itu, tepat berada di sebelah lokasi gedung bersejarah Warenhuis yang ditertibkan oleh Satpol PP Kota Medan.

Wanita berkulit putih ini tampak kebingungan saat Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Harahap mendatangi rumahnya dan memberitahukan agar segera dikosongkan.

Usut punya usut, ternyata tanah yang dijadikan rumah oleh Muliati dengan pagar seng masih tanah milik Pemko Medan.

"Saya sudah 38 tahun tinggal di sini.

Tapi saya sebelumnya tidak ada dapat surat pemberitahuan untuk mengosongkan rumah," kata Muliati di depan rumahnya, Jumat (9/8/2019).

"Saya dikasih waktu sampai hari Senin (12/8/2019) untuk mengosongkan rumah," sambungnya.

Baca: Warga Berjoget dan Menyanyikan Lirik Mengejek, Satpol PP Tetap Lakukan Penertiban hingga Tuntas

Baca: Pengosongan Gedung Warenhuis Lancar, Satpol PP: Gedung Ditutup, Yang Buka akan Dilaporkan ke Polisi

Warga mengadang truk milik Satpol PP yang membawa barang-barang milik warga saat melakukan pengosongan gedung Warenhuis Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/8/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga mengadang truk milik Satpol PP yang membawa barang-barang milik warga saat melakukan pengosongan gedung Warenhuis Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/8/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Muliati menjelaskan bahwa saat gonjang-ganjing penertiban gedung Warenhuis dirinya sama sekali tidak pernah mendapatkan surat pemberitahuan untuk mengosongkan rumah.

Namun, betapa bingung bukan kepalangnya dirinya saat, tahu ternyata dia juga dari bagian yang dieksekusi.

"Tadi saya disuruh bongkar sendiri. Kalau tidak rumah saya akan dibongkar paksa," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved