Rem Blong, Truk Pengangkut Bahan Kimia Masuk Jurang di Sumbul Karo Dairi

"Kayaknya kampas rem kepanasan, sehingga mengeras dan enggak mau menggigit," kata Kasdiwata.

Rem Blong, Truk Pengangkut Bahan Kimia Masuk Jurang di Sumbul Karo Dairi
TRIBUN MEDAN/HUMAS POLRES DAIRI
Warga dan polisi berkumpul di TKP truk masuk jurang di Dusun Sumbul Karo, Desa Palding Jaya Sumbul, Kecamatan Tiga Lingga, Kabupaten Dairi, Jumat (9/8/2019) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com - Truk bermuatan cairan kimia masuk jurang sedalam kurang lebih 20 meter di Dusun Sumbul Karo, Desa Palding Jaya Sumbul, Kecamatan Tiga Lingga, Kabupaten Dairi, Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 13.30 WIB.

Truk terjun hingga ke sungai yang ada di dasar jurang. Beruntung supir beserta kernet truk, Kasdiwata (45) dan Sudirman (44), selamat dan hanya mengalami luka-luka ringan.

Kasdiwata mengungkapkan, kejadian bermula saat truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi BK 9754 SE yang disopirinya menempuh jalan tanjakan yang menikung.

Sambil menikung, ia menginjak pedal rem. Ternyata rem tak berfungsi alias blong. Alhasil, truk pun melaju mundur dan terjun ke jurang.

"Kayaknya kampas rem kepanasan, sehingga mengeras dan enggak mau menggigit," kata Kasdiwata kala ditemui di kantor Sat Lantas Polres Dairi.

Pria warga Desa Bah Sumbu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdangbedagai ini mengaku, membawa muatan sekitar 25 drum bahan kimia. Per drum memiliki berat 200 kg.

Cairan kimia itu, sambungnya, ia bawa dari Jakarta untuk diantar ke Desa Lau Gunung, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Terpisah, Kanit Laka Sat Lantas Polres Dairi, Bripka Poltak Aritonang mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi sopir beserta kernet truk nahas tersebut ke Puskesmas Tigalingga.

"Tadi sopir dan kernet truk itu kita bawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan. Setelah itu, kita bawa ke kantor untuk pendataan," kata Poltak.

Poltak menambahkan, pihaknya sedang menyelidiki kasus ini. Untuk sementara, diduga karena rem blong.

"Kasus seperti ini sering melanda truk atau bus saat tanjakan ataupun turunan, apalagi bila muatannya sangat berat. Sopir truk masuk jurang ini diduga kurang antisipasi. Biasanya sopir mengecek bannya. Kalau dirasa panas, disiram air. Sebab, tahu bahwa rem tak pakem jika kepanasan," terang Poltak mengakhiri. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved