Sabusabu Dominasi Peredaran Narkoba di Sumut, Tahun Ini Meningkat Pesat

Peredaran narkotika jenis sabusabu di Sumatera Utara meningkat pesat selama tiga tahun terakhir.

Sabusabu Dominasi Peredaran Narkoba di Sumut, Tahun Ini Meningkat Pesat
ANTARA
Ilustrasi barang bukti sabusabu. (ANTARA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Peredaran narkotika jenis sabusabu di Sumatera Utara meningkat pesat selama tiga tahun terakhir.

Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung melalui Wadir Narkoba AKBP Frenky mengatakan tren peredaran narkoba jenis sabu-sabu meningkat terlihat dari jumlah barang bukti yang mereka musnahkan.

"Dari jumlah barang bukti yang kita musnahkan dari tahun 2017 sampai 2019 terlihat pada tahun ini, peredaran narkoba jenis sabu-sabu meningkat. Hal itu terlihat karena jumlah tangkapan kami juga meningkat," terang Frenky, Jumat (9/8/2019).

Ia menjelaskan pada tahun 2017 triwulan satu DitNarkoba Polda Sumut hanya memusnahkan barang bukti jenis sabu-sabu sebanyak 22 Kg, tahun 2018 sebanyak 72,7 Kg dan tahun 2019 sebanyak 162,6 Kg.

Baca: Berita Foto: Jadi Kurir 15 Kilogram Sabu Brigadir Sofiyan dan Alawi Divonis 20 Tahun Penjara

Baca: Polisi Super Ungkap Sabu 1,6 Ton AKBP Dony Alexander Promosi Jadi Kapolres Malang Kota

Kemudian pada triwulan II untuk tahun 2017 memusnahkan 23,8 Kg sabu, tahun 2018 sebanyak 49,3 Kg sabu dan tahun 2019 memusnahkan 162,2 Kg narkotika jenis sabu-sabu.

Selanjutnya pada triwulan III pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu pada tahun 2017 sebanyak 37 Kg sabu-sabu, 2018 sebanyak 98,9 Kg sabu.

Untuk triwulan IV tahun 2017 sebanyak 34,7 Kg sabu dan 2018 sebanyak 130,2 Kg narkotika jenis sabu-sabu.

"Dari data ini, bisa kita lihat bahwa peredaran narkotika jenis sabu-sabu meningkat pada tahun 2019," katanya.

Data pemusnahan narkotika jenis sabu-sabu dari tahun 2017 sampai 2019.
Data pemusnahan narkotika jenis sabu-sabu dari tahun 2017 sampai 2019. (Doc. Polda Sumut)

Maka dari itu, katanya, kepolisian terus melakukan penindakan kepada mereka yang masuk dalam lingkaran narkoba, baik sebagai pengedar, maupun pemakai.

"Makanya tangkapan kami pun meningkat pada tahun 2019. Kami akan terus upayakan berantas narkoba sampai ke akarnya,"ujarnya.

Frenky berharap agar instansi pemerintahan yang mempunyai keterkaitan dalam penyalahgunaan narkoba harus lebih gencar mensosialisasikan tentang bahaya narkoba.

"Kami sangat berharap kepada masyarakat agar tidak terpedaya dengan bujuk rayu penjual untuk menikmati narkoba jenis apapun itu. Karena sangat membahayakan bagi diri sendiri khususnya negara,"akunya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved