Menlu Retno Sebut Presiden Jokowi Memiliki Harapan yang Tinggi Untuk Diaspora Indonesia

Pemerintah terus memberikan perhatian khusus kepada para diaspora untuk mengajak mereka berkontribusi aktif dalam pembangunan perekonomian

Menlu Retno Sebut Presiden Jokowi Memiliki Harapan yang Tinggi Untuk Diaspora Indonesia
Kompas.com/ Kristian Erdianto
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan terkait upaya mencegah pembajakan kapal Indonesia usai rapat paripurna tingkat menteri, di kantor Kemenko Polhukam, Kamis (14/7/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah terus memberikan perhatian khusus kepada para diaspora untuk mengajak mereka berkontribusi aktif dalam pembangunan perekonomian bangsa.

Melalui Kongres Diaspora Indonesia Ke-5 (The Fifth Congress of Indonesian Diaspora) bertajuk 'Empowering Indonesia's Human Capital', para diaspora ini diharapkan bisa membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun hadir dalam pembukaan Kongres yang digelar di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019).

Dalam sambutannya di depan para diaspora serta para tamu yang hadir, ia menyampaikan satu kata yang menarik karena disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali.

Termasuk dalam pidato visi terkait kepemimpinannya pada periode kedua untuk lima tahun mendatang, Jokowi memang menyebutkan diaspora dalam salah satu visinya yang terkait pembangunan SDM.

"Ada satu kata menarik yang secara khusus disebut Pak Jokowi, yaitu 'diaspora'," ujar Retno, pada kesempatan tersebut.

Ia kemudian melanjutkan pernyataannya bahwa dirinya meyakini saat Jokowi menyebut 'satu kata' itu, maka ada hal positif yang ingin disampaikan.

Hal tersebut mengacu pada pengakuan, penghargaan hingga harapan seorang kepala negara kepada rakyatnya yang 'merantau' ke negeri orang.

"Saya yakin saat Presiden menyebut diaspora, itu merupakan pengakuan, penghargaan, pengharapan terhadap diaspora Indonesia," tegas Retno.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah tampaknya tidak terlalu berfokus pada infrastruktur, namun pada peningkatan kualitas SDM.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved