Berkurban Dua Ekor Sapi, Para Imam dan Bilal Masjid Al-Mashun Patungan Setiap Bulan

Ia mengatakan alasan disembelih hari Selasa dikarenakan besok akan ada kenduri kurban dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Berkurban Dua Ekor Sapi, Para Imam dan Bilal Masjid Al-Mashun Patungan Setiap Bulan
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Sapi hasil patungan dari beberapa imam dan bilal di Masjid Raya Al-Mashun akan disembelih di hari Selasa, Jalan Sisingamangaraja Nomor 61, Kecamatan Medan Kota, Minggu (11/8/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Hikmat dan Nikmat di Hari Raya Idul Adha dirasakan oleh para Imam dan Bilal di Masjid Raya Al-Mashun, pasalnya tahun ini mereka berkurban dari hasil patungan yang sudah dikumpulkan setiap bulannya.

Dua ekor sapi berukuran sedang sudah sampai di Masjid Raya Al-Mashun Jalan Sisingamangaraja Nomor 61, Kecamatan Medan Kota, Minggu (11/8/2019)

Kedua sapi tersebut rencananya akan disembelih pada hari Selasa, guna menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1440 H. Anggota Badan Kenazilan Masjid, H, M Hamdan mengatakan sapi tersebut berasal dari beberapa para imam maupun bilal yang sudah menabung sejak lama.

"Kalau disini kita nggak buka untuk umum, yang berkurban itu para imam, bilal, jadi mereka patungan tiap bulan, jadi lembu yang disembelih itu hasil patungan dari mereka dan satu lagi dari pak Gubernur, baru datang tadi," katanya

Ia mengatakan alasan disembelih hari Selasa dikarenakan besok akan ada kenduri kurban dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Hari ini tadi kita sudah potong dua kambing, itupun dari para imam dan bilal, kalau besok ada acara dari ACT, mereka masak 1 ekor sapi, dan dimakan ramai-ramai," katanya.

Ia mengatakan pembagian kurban di hari selasa diperuntukkan bagi jamaah yang beruntung ataupun masyarakat sekitar dikarenakan jumlahnya yang terbatas.

"Kita utamakan jamaah dulu, kalau ada sisanya baru kita beri ke yang lain, istilahnya jamaah itukan sudah beraktifitas bersama kita cukup lama, kuponnya juga belum kita bagikan karena belum distempel, rencananya besok akan dibagi," katanya.

Ia mengatakan kupon hanya berkisar 200 dan proses penyembelihannya juga tidak membentuk panitia secara khusus.

"Saya sudah 6 tahun terlibat di kurban, kalau dulu kita nggak ngurusin kurban, cuma tiba-tiba saja pas lagi ngobrol para imam dan bilal berencana ya kita bentuk, tapi kita tidak terima dari luar, tapi kalau misalnya ada yang datang mau kurban ya kita terima tapi tidak dibuka secara resmi, kita cuma panitia kecil-kecilan, Selasa habis Dzuhur kita bagikan karena kuponnya kan nggak banyak sementara jamaah kita udah banyak," katanya.

Ia sendiri beependapat bahwa hariraya idul Adha lebih besar dari Idul Fitri karena menyembelih hewan kurban juga merupakan ibadah.

"Selain itu kita juga merasakan bagaimana orang yang sedang haji di arafah, panas-panasan, dan kuta juga disini berpuasa, sehingga nikmatnya juga sama-sama kita rasakan," katanya

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved