Rudenim Medan Kucurkan Rp 185 Juta Untuk Pengungsi Blacklist, Satu WN Myanmar Miliki Penyakit Akut

Dijelaskan Victor terdapat 17 pengungsi atau yang berstatus Under Imigration (Deteni) yang terkena pidana maupun UU Keimigirasian.

Rudenim Medan Kucurkan Rp 185 Juta Untuk Pengungsi Blacklist, Satu WN Myanmar Miliki Penyakit Akut
Tribun Medan / Victory
Kepala Kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Viktor Manurung (batik biru) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hingga akhir Juli 2019 kota Medan telah menampung sebanyak 2049 pengungsi dari 16 negara yang saat ini dibawah Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan.

Dimana rincian pengungsi tersebut berasal terbanyak berasal dari Somalia 598 orang, lalu Afganistan 379 orang, Srilanka 357 orang, Myanmar 276 orang, Palestina 192 orang.

Lalu pengungsi dari Irak sebanyak 83 orang, Iran: 47 orang, Pakistan 31 orang, Eritrea 25 orang, Sudan 19 orang, Etopia 15 orang, Mesir 5 orang, Suriah 4 orang, Kuwait 4 orang, Bangladesh: 3 orang dan Vietnam 1 orang.

Saat ini Rudenim menempatakan 2039 di 20 Community House (CH) yang tersebar di seluruh Medan dan sekitarnya.

Kepala Kantor Rudenim Medan, Viktor Manurung menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan biaya pengungsi  para pengungsi ditanggung oleh Organisasi Migrasi Internasional (IOM) dan Badan Pengungsi PBB, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Indonesia inikan sebagai negara persinggahan jadi untuk kebutuhan para pengungsi sebelum akhirnya ditempatkan di negara ketiga seluruh biaya kebutuhan finansial, makanan dan tempat dibiayai oleh UNHCR dan IOM yang merupakan mitra," jelasnya kepada Tribun beberapa waktu lalu di Kantor Rudenim Medan, Jl. Selebes Gang Pekong Kelurahan Belawan 2, Medan Belawan.

Namun, yang menjadi kendala bagi Rudenim adalah para pengungsi tersebut apabila terjerat UU Keimigrasian maupun UU Pidana. Dimana hal tersebut membuat para pengungsi otomatis tidak lagi dibiayai oleh IOM maupun UNHCR.

Dimana saat ini dijelaskan Victor terdapat 17 pengungsi atau yang berstatus Under Imigration (Deteni)
yang terkena pidana maupun UU Keimigirasian.

Dimana 17 pengungsi tersebut berasasal dari Myanmar sebanyak 7 orang, Thailand 4 orang, Kamboja 2 orang dan 4 orang dari Somalia, Bangladesh, India dan Turki.

"Sesuai UU No 6 Tahun 2011, ketika pengungsi melakukan pelanggaran kita akan melakukan penderpotasian. Jadi bagi yang melanggar ditempatkan di Rudenim untuk proses pemulangan setelah menjalani proses pidana. Karena status mereka sudah final reject atau di blacklist artinya UNHCR dan IOM tak lagi membiayai mereka," bebernya.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved