Brigadir Deri Brahmana Lemas Diberhentikan Tidak Hormat dari Personel Polri

Pria yang sebelumnya menjadi Brigadir pembinaan itu diberhentikan secara tidak hormat oleh institusi kepolisia, karena terbukti melakukan pelanggaran.

Brigadir Deri Brahmana Lemas Diberhentikan Tidak Hormat dari Personel Polri
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Wakapolres Tanah Karo Kompol Hasian Panggabean (kiri), melepas seragam Brigadir Deri Andreas Brahmana (tiga dari kanan), saat upacara PTDH, di halaman apel Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (12/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Brigadir Deri Andreas Brahmana, yang sebelumnya bertugas di Polres Tanah Karo, terlihat lemas saat seragam dinasnya dilepas oleh Wakapolres Tanah Karo Kompol Hasian Panggabean, Senin (12/8/2019).

Pria yang sebelumnya menjadi Brigadir pembinaan itu diberhentikan secara tidak hormat oleh institusi kepolisia, karena terbukti melakukan pelanggaran.

Meskipun mencoba untuk menegakkan kepala namun raut wajah Deri terlihat lemas dan serta pandangannya tampak kosong. Ketika Hasian menggantikan baju seragam Deri dengan baju kemeja berwarna biru, matanya semakin terlihat berkaca-kaca.

Saat itu, Kapolres sempat berbicara kepada Deri seperti menitip pesan.

Baca: Brigadir Andreas Brahmana dan Brigadir Sihombing Dipecat karena Narkoba, Ini Nasihat Kapolres Karo!

Baca: KKB Papua Berondong Dua Polisi yang Naik Motor, Briptu Heidar Gugur, Bripka Alfonso Wakum Selamat

 

Perkataan dari Hasian langsung ditanggapi oleh Deri yang hanya mengucapkan satu kalimat "siap komandan".

Hasian mengungkapkan, upacara ini membuktikan institusi kepolisian tidak main-main untuk menindak para pelaku penyalahgunaan narkoba.

Dirinya menyebutkan, langkah ini merupakan peringatan bagi anggota kepolisian yang masih ingin bermain-main dengan hukum.

Ia mengatakan, melalui sikap dari keduanya tentunya membawa dampak buruk bagi institusi kepolisian. Dikatakannya, pelanggaran yang telah dilakukan oleh keduanya sudah mencoreng institusi kepolisian.

"Dengan kejadian yang dilakukan yang bersangkutan, institusi kepolisian turut tercoreng. Menjadi acuan bagi personel yang masih aktif agar introspeksi diri, bahwa setiap yang melanggar kode etik dan mencoreng kepolisian akan mendapatkan ganjaran yang sama," ujar Hasian, di halaman apel Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (12/8/2019).

Setelah menjalani serangkaian upacara, Deri langsung kembali digiring ke ruang Propam Polres Tanah Karo. Ketika dicoba meminta tanggapannya setelah dipecat, dirinya tidak memberikan sepatah katapun. Sambil didampingi personel Propam, dirinya hanya terdiam dan pandangan tertunduk lesu. 

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved