Raih Juara Tiga pada Pra-PON, Pelatih Sepak Takraw Sumut Mengaku Tak Puas

Dengan raihan peringkat tiga itu maka tim takraw Sumut berpeluang lolos berlaga untuk dua nomor yakni beregu dan double event pada PON

Raih Juara Tiga pada Pra-PON, Pelatih Sepak Takraw Sumut Mengaku Tak Puas
TRIBUN MEDAN/HO
Tim sepak takraw Sumut saat berfoto bersama saat mengikuti ajang Pra-PON yang berlangsung di Icuk Sugiarto Training Camp, Sukabumi, tanggal 2-7 Agustus 2019 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim sepak takraw putra Sumut sukses meraih gelar juara tiga di nomor tim double pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) untuk wilayah I Sumatera di Sukabumi 2-7 Agustus 2019.

Dengan raihan peringkat tiga itu maka tim takraw Sumut berpeluang lolos berlaga untuk dua nomor yakni beregu dan double event pada PON Papua tahun 2020.

Meski meraih juara tiga, Pelatih Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sumut Ibrahim Wiyaka mengaku kurang puas. Menurutnya seharusnya tim Sumut bisa masuk final. Namun tim Sumut justru kalah dari Riau, padahal di set pertama Sumut mampu meraih kemenangan. Namun malah kalah di set dua dan tiga.

"Dengan juara tiga ini saya gak puas sebenarnya. Kita kalah dengan skor 1-2 semua. Kalah dari Riau, kalah dari Sumbar. Sumut sebenarnya bisa masuk final tapi namanya bola bundar kan," ujarnya, Senin sore (12/8/2019).

Ibrahim menjelaskan, gagalnya tim Sumut mencapai target, disebabkan kurangnya j terbang atlet. Selain itu dia juga menilai mental juara tim juga masih minim.

"Buktinya tim sudah mimpin kok bisa kalah. Sudah mimpin dengan skor 11-3 dengan selisih 8 poin bisa kalah jadi 19-21. Artinya mental atlet kita belum karena jam terbang kurang," imbuhnya.

Setelah ini, kata Ibrahim, tim nya akan kali mempersiapkan diri menuju PON Papua. Terkait kelanjutan pemusatan latihan (tc) maupun lokasi try out, dia menyerahkan keputusan kepada KONI Sumut. Pihaknya akan memberikan saran terkait proses pembinaant atlet nantinya.

"Satu tahun saya kira cukup untuk membina kematangan mereka. Tinggal nanti kita perbanyak uji tanding supaya mental terasah. Keputusan selanjutnya tergantung dari KONI nantinya. Kita kan juara tiga, mau gak KONI ngirimnya, itu dulu. Sebenarnya kalau lolos mau tau mau harus (ikut). Tapi koni yang menentukan siapa yang dikirim siapa yang tidak," terangnya.

Namun kata Ibrahim, dengan kemampuam anak asuhnya, dia masih optimistis tim Sumut bisa menyumbang medali nantinya di PON. Kuncinya menurut dia adalah memperkuat tim dengan lebih banyak melakukan latih tanding untuk menambah jam terbang.

"Ini belum ada surat keputusan, namun berdasarkan aturan itu kita lolosnya di PON nomor regu dan double event," katanya.

Sebelumnya, Tim Sepak Takraw Sumatera Utara berlaga di ajang Pra-PON yang berlangsung di Icuk Sugiarto Training Camp, Sukabumi, tanggal 2-7 Agustus 2019. Di babak kualifikasi PON tersebut, tim Sumut sendiri masuk dalam wilayah I bersama Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepualuan Riau, dan Bangka-Belitung.

Adapun di Pra-PON, Tim takraw Sumut berkekuatan 9 pemain. Mereka adalah: M Kurnia Barus, Muchsin Wira Damanik (Berposisi sebagai Feeder/Apit Kanan). Kemudian Bagus Hasibuan, Gusti Nanda, Yon Wibowo (Berposisi sebagai Tekong), serta Muhammad Reza, Junaidi, Yudha Risky Pratama, dan Andrian Syahputra (Berposisi sebagai smash/apit kiri).

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved