Tiga Terdakwa Kurir Sabu 990 Gram Sidang Kilat Tiga Agenda, Satu Orang Mengaku Tak Terlibat

Setelah menangkap Fatriadi dan Mahmudi, kami memancing terdakwa Ikhwani dengan cara menghubungi melalui dari terdakwa Fatriadi.

Tiga Terdakwa Kurir Sabu 990 Gram Sidang Kilat Tiga Agenda, Satu Orang Mengaku Tak Terlibat
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Tiga terdakwa kurir sabu seberat 990 gram Fatriadi (34), Ikhwani (29) dan Mahmudi alias Pute (27) menjalani sidang kilat di Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga terdakwa kurir sabu seberat 990 gram Fatriadi (34), Ikhwani (29) dan Mahmudi alias Pute (27) menjalani sidang kilat di Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/8/2019).

Ketiga terdakwa asal Dusun Teungku Di Meudang, Desa Gampong Cibrek Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara menjalanu sidang dakwaan, keterangan saksi dan keterangan terdakwa sekaligus.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliana Tarihoran menghadirkan saksi Ditresnarkoba Polda Sumut Toga M. Parhusip dan Dedi Irwanto Tarigan yang menangkap ketiga pelaku.

Dalam keterangan saksi Toga mengatakan, bahwa awal penangkapan ketiga terdakwa atas adanya informasi dari masyarakat.

"Awalnya kami dari Tim Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat kan informasi bahwa ada transaksi narkoba jenis sabu di Jalan Asrama Kecamatan Medan Helvetia kota Medan. Kami dari Tim ada 9 orang majelis, saat penangkapan kepada kedua terdakwa yakni Fatriadi dan Mahmudi mereka lagi berdiri diri di Medan Mall, saat itu kami langsung melakukan penangkapan," ungkap Toga.

Toga melanjutkan terdakwa Ikhwani sedang berada di hotel Antara tempat mereka menyimpan sabu tersebut.

"Setelah menangkap Fatriadi dan Mahmudi, kami memancing terdakwa Ikhwani dengan cara menghubungi melalui dari terdakwa Fatriadi, saat penangkapan ketiga terdakwa mereka mengakui bahwa mereka menyimpan sabu tersebut di tempat mereka menginap yaitu di Hotel Antara Dua dan ditemukan narkotika jenis sabu seberat 900 gram," terangnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi kepolisian, majelis hakim yang di ketuai Jamaluddin melanjutkan persidangan dengan keterangan saksi mahkota dari para terdakwa.

Dalam keterangan terdakwa Fatriadi di persidangan mengatakan, saya awalnya disuruh oleh Zakir (DPO) dengan cara menelpon saya, kemudian saya dan Mahmudi dan Ikhwani pergi ke Medan.

"Setelah sampai di Medan saya di suruh Zakir menghubungi Yunus (DPO) untuk mengambil barang sabu di daerah Binjai bersama, saat bertemu dengan Yunus saya bersama Mahmudi, Namun Mahmudi tidak mengetahui tentang sabu tersebut," beber Fatriadi.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved