Yusuf Siregar: NU Organisasi Islam yang Tegas Perjuangkan Nilai Ajaran Islam

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi wilayah dan musyawarah Alim Ulama se-Sumatera utara

Yusuf Siregar: NU Organisasi Islam yang Tegas Perjuangkan Nilai Ajaran Islam
TRIBUN MEDAN/HO
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi wilayah dan musyawarah Alim Ulama se-Sumatera utara yang diikuti 132 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara Rabu (7/8/2019), kegiatan dipusatkan di Taman Cadika Jl. Karya Jasa Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, LUBUKPAKAM - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi wilayah dan musyawarah Alim Ulama se-Sumatera utara yang diikuti 132 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara Rabu (7/8/2019), kegiatan dipusatkan di Taman Cadika Jl. Karya Jasa Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua PWNU Sumatera Utara H Syahrial Tambunan MBA menyampaikan pentingnya tata kelola organisasi dan persoalan keumatan. Hal tersebut perlu dirumuskan dengan baik dalam musyawarah kerja, dalam rangka menguatkan memperkokoh jati diri ke NU-an kita sebagai organisasi penerus perjuangan bagi panji islam rahmatanlillalamin.

Karena kita ketahui pada saat ini nilai-nilai islam rahmatanlillalamin tersebut telah diuji dan berhadap dengan pemahaman islam radikal yang justru tidak sesuai dengan ajaran islam tersebut dan bahkan merusak tatanan hidup masyarakat kita khususnya sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini sangat penting dilaksanakan untuk menyatukan visi dan misi organisasi dalam menjalankan program kerja Nahdlatul Ulama di Sumatera Utara. 

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi wilayah dan musyawarah Alim Ulama se-Sumatera utara yang diikuti 132 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara Rabu (7/8/2019), kegiatan dipusatkan di Taman Cadika Jl. Karya Jasa Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi wilayah dan musyawarah Alim Ulama se-Sumatera utara yang diikuti 132 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara Rabu (7/8/2019), kegiatan dipusatkan di Taman Cadika Jl. Karya Jasa Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. (TRIBUN MEDAN/HO)

H Syahrial Tambunan menjelaskan bahwa, koordinasi adalah merupakan suatu kegiatan dari berbagai pihak untuk saling memberikan informasi dan bersama mengatur dan menyepakati suatu kegiatan. Musyawarah adalah pembahasan berbagai masalah dengan maksud untuk mencapai keputusan atau penyelesaian masalah itu sendiri .

"Ada titik fokus yang harus kita bahas, yaitu bagaimana tata kelola organisasi dapat berjalan dengan baik. Harapan kami dari musyawarah kerja ini akan melahirkan program kerja yang membawa kemanfaatan bagi warga NU khususnya dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya," ungkapnya.

"Untuk itu kami berharap kepada seluruh jajaran PCNU, beserta lembaga lainnya atas dukungan jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan stakeholder yang ada untuk senantiasa membangun komitmen kebersamaan yang berorientasi pada urusan keumatan," tegasnya.

Selanjutnya berharap kepada pemerintah daerah untuk senantiasa bisa membangun komunikasi dalam menentukan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi warga masyarakat.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi wilayah dan musyawarah Alim Ulama se-Sumatera utara yang diikuti 132 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara Rabu (7/8/2019), kegiatan dipusatkan di Taman Cadika Jl. Karya Jasa Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi wilayah dan musyawarah Alim Ulama se-Sumatera utara yang diikuti 132 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara Rabu (7/8/2019), kegiatan dipusatkan di Taman Cadika Jl. Karya Jasa Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. (TRIBUN MEDAN/HO)

Sementara, Wakil Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar mengingatkan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan yang secara tegas memperjuangkan nilai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. 

"NU ini memiliki akidah, fikrah, amaliah dan harakah. Hal ini dikembangkan dari ajaran Nabi tentang iman, islam dan ihsan, yang kini telah berkembang dalam disiplin keilmuan, baik tauhid, fiqih, tasawuf, dan berbagai macam ilmu alat yang mendukungnya, seperti nahwu, sharaf, balaghah, dan seterusnya," ucapnya saat sambutan.

Lebih lanjut HMA Yusuf Siregar menjelaskan bahwa Aswaja an-Nahdliyah sebagai manhaj jalan tengah (tawasuth) sebagai bagian dari karakter Aswaja yang memecah ketegangan teologi ekstrem yang muncul kala itu. 

Aswaja muncul sebagai jalan tengah atau manhaj at-tawasuth dari kalangan yang menitikberatkan pada akal seperti ahlu al-ra'yu, dan di lain sisi terdapat kalangan yang hanya menitik beratkan pada wahyu atau ahlu al-hadits.

Wabup berpesan tentang pentingnya bermadzhab kepada imam madzhab yang muktabarah, yang silsilah keguruan atau sanadnya bersambung hingga Rasulullah SAW sebagai sandaran keilmuan yang dapat dipertanggung jawabkan.

"Hal inilah yang dilanjutkan oleh Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy'ari dalam kitab Irsyadusy Syari dan kitab-kitab tulisan beliau," terangnya.

Di akhir sambutan, HMA Yusuf Siregar juga berpesan untuk memegang teguh prinsip ke-NU-an sebagaimana yang telah diajarkan pendiri. "Tugas kita sekarang adalah pertama, al-ma'rifatu bi Nahdlatul Ulama, memahami ilmu-ilmu dari ulama al-salaf al-shalih,” katanya. 

Sedangkan kedua, atsiqah bi Nahdlatul Ulama, yakin terhadap ilmu-ilmu tersebut.  “Ketiga, mengamalkan ilmu-ilmu itu dan keempat berjuang bersama NU, dan kelima bersabar di dalam NU, karena mencari ilmu dengan tekun dan selama hidup," tuturnya.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved