Anggotanya Dikeroyok Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Berang dan Umbar Ancaman

Hari Senin (12/8/2019) kemarin, Ginanjar sudah mulai aktif kembali bekerja. Walaupun luka lebam di mata kiri belum benar-benar sembuh.

Anggotanya Dikeroyok Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Berang dan Umbar Ancaman
TRIBUN MEDAN/M Andimaz Kahfi
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto usai menjenguk kondisi Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar yang terluka akibat dikeroyok oleh kaki tangan sindikat bandar narkoba. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi heroik yang dilakukan oleh Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dalam meringkus bandar narkoba di Marindal, tentu harus diacungi jempol.

Pria bersahaja ini, rela mempertaruhkan nyawanya saat meringkus bandar narkoba bernama bernama Anggara, hingga akhirnya dikeroyok oleh sekitar 20 orang sindikat narkoba tersebut.

Bahkan, akibat dikeroyok itu dia harus mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari di rumah sakit Mitra Medika di Jalan Sisingamangaraja Kota Medan.

Hari Senin (12/8/2019) kemarin, Ginanjar sudah mulai aktif kembali bekerja. Walaupun luka lebam di mata kiri belum benar-benar sembuh.

Namun demi tugas negara, Ginanjar rela menahan rasa sakitnya dan lebih memilih kembali berkantor dan mengkomandoi para anggotanya di Polsek Patumbak.

Teranyar, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan lidik.

"Pelaku yang jumlahnya kurang lebih 20 orang sudah sebagian teridentifikasi," kata Dadang, Selasa (13/8/2019).

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar saat dijenguk di RS Mitra Medika Medan.
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar saat dijenguk di RS Mitra Medika Medan. (TRIBUN MEDAN/ M Andimaz Kahfi)

"Tentu kita harapkan para pelaku yang terlibat melakukan penganiayaan segera menyerahkan diri. Karena kami akan terus melakukan penindakan," sambungnya.

Dadang menjelaskan bahwa untuk yang ditangkap masih kasus narkoba ada 3 orang yang diamankan. Karena memiliki barang haram narkoba jenis sabu.

Namun ia tak menampik, kalau ketiga pelaku itu benar juga terlibat kasus pengeroyokan, maka akan diterapkan pasal berlapis.

Untuk pemberantasan narkoba ke depan, Dadang mengaku bahwa penanganan narkoba memang mengandung resiko.

"Tapi Polrestabes Medan tidak akan pernah berhenti. Saya yakin akan dukungan dari masyarakat dan seluruh pihak. Kita akan melakukan tindakan terus membersihkan wilayah-wilayah di Medan agar bebas dari narkoba," pungkas Dadang.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved