Badan Pengelola Otorita Pariwisata Danau Toba(BPOPDT) Diduga Larang PLN Pasang Listrik di Daerah Ini

Hak ulayat adat mereka yang diyakini betul berada di dalam lokasi pilot projecnya BPOPDT.

Badan Pengelola Otorita Pariwisata Danau Toba(BPOPDT) Diduga Larang PLN Pasang Listrik di Daerah Ini
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Rumah warga Dusun Sileang-leang, Kecamatan Ajibata, Tobasa yang gagal mendapat aliran listrik. 

Mereka hanya bisa 'gigit jari' melihat kawat dan tiang listrik dengan tegangan tinggi bagai jemuran raksasa terpasang rapi di depan rumahnya.

Arus tersebut digunakan untuk menerangi The Kaldera Toba Nomadic Escape di Sigapiton yang baru-baru ini dikunjungi Presiden Jokowi.

Beberapa kali, Togi dan rekannya telah berusaha mengingatkan kembali pihak PLN yang pemasangannya telah mereka bayar melalui rekening PLN.

Hingg kini, PLN tak kunjung memasang listrik dengan beberapa alasan, meski sudah dibayar.

Togi mengatakan, ada indikasi larangan pihak BPODT terhadap pihak PLN.

Alasannya, Togi dan rekan-rekan terus berjuang mempertahankan hak ulayat adat mereka yang diyakini betul berada di dalam lokasi pilot projecnya BPOPDT.

Mirisnya sebelum Presiden tiba di lokasi beberapa wakru lalu, kata Togi sejumlah aparat keamanan dan Sat Pol PP Pemkab Tobasa meminta untuk membuka paksa spanduk di markas perjuangan tanah adat Marga Butarbutar Sigapiton.

"Konon kata mereka (aparat keamanan) spanduk bertuliskan status lahan tersebut dianggap mengganggu kedatangan Presiden bersama rombongan,"ujarnya.

Togi juga berpendapat, Pemkab Tobasa telah membohongi Presiden terkait informasi status lahan di zona BODT seluas 386,5 ha yg disebut telah selesai dan clear.

Padahal, hingga saat ini lokasi masih sengketa dgn masyarakat sekitar. blm ada penyelesaian terkait status lahan.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved