Forum Silaturahmi Pensiunan PTPN II Bantu Selesaikan SPP 30 Kepala Keluarga

Mengingat warga sudah menerima Surat Perintah Pembayaran (SPP) untuk pemindatanganan aset eks HGU PTPN II tersebut.

Forum Silaturahmi Pensiunan PTPN II Bantu Selesaikan SPP 30 Kepala Keluarga
TRIBUN MEDAN/SATIA
Warga yang notabene pensiunan PTPN II yang tinggal di Pasar IV, Jalan Masjid Helvetia, Deliserdang, sepakat segera menyelesaikan SPP untuk eks HGU PTPN II melalui perahu Forum Silaturahmi Pensiunan Eks PTPN II, saat melakukan pertemuan di salah seorang rumah warga. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN-
Sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) yang bermukim di Pasar IV, Jalan Masjid Helvetia, Kabupaten Deliserdang, segera membayarkan biaya penghapusbukuan aset tetap eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II kepada perusahaan plat merah tersebut, sebelum batas pembayaran yang ditetapkan pada 24 Agustus 2019.

Pembayaran kepada PTPN II tersebut dilakukan, mengingat warga sudah menerima Surat Perintah Pembayaran (SPP) untuk pemindatanganan aset eks HGU PTPN II tersebut.

"Alhamdulillah sudah ada yang membantu kami untuk melakukan pembayaran eks HGU PTPN II ini. Kami harus terus bersatu dan kompak sampai prosesnya rampung nanti," kata perwakilan warga yang juga pensiunan PTP IX/PTPN II, Abdul Hamid kepada, Selasa (13/8).

Pihak yang datang membantu warga yakni dari Forum Silaturahmi Pensiunan Perkebunan Eks PTPN II, yang diketuai M Jusuf Sembiring.

Kata Hamid, sedikitnya 30 warga Pasar IV, Jalan Masjid Helvetia sudah menyetujui segala pengurusan penghapusbukuan dan pemindatanganan aset tetap eks HGU PTPN II melalui forum tersebut.

"Kalaupun dari 30 KK itu terdapat 12 KK yang 'merengkel' (menolak, Red) bergabung, kami sepakat tetap melanjutkan proses ini. Kami justru bersyukur masih ada pensiunan PTPN II yang peduli akan nasib sesama keluarga pensiunan PTPN II," ungkapnya.

Bentuk komitmen warga ditunjukkan saat bertemu Jusuf Sembiring dan rekannya dari Forum Silaturahmi Pensiunan Eks PTPN II, di salah satu rumah warga di lingkungan tersebut. Saat itu, puluhan warga tampak antusias mendengar pemaparan Jusuf Sembiring terhadap proses yang nantinya mereka hadapi.

"Jika tak segera dibayar maka kami semua akan gigit jari. Sebab prosesnya akan kembali seperti semula. Sementara batas akhir pembayarannya sesuai SPP yang kami terima, jatuh tanggal 24 ini," katanya.

Untuk diketahui, penghapusbukuan dan pemindatanganan aset tetap PTPN II berupa tanah seluas 2.216,2855 Ha beserta bangunan diatasnya, merupakan bagian HGU PTPN II yang tidak diberikan perpanjangan seluas 5.873,06 Ha.

Seluas 2.216,2855 itu adalah tahap I pelepasan aset dan lagi berjalan saat ini. Sedangkan sisa yang seluas 3.656,7745 Ha, lagi diinvetarisir dan diidentifikasi oleh tim serta akan dilakukan proses tahap II.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved