Guru Demseria Simbolon yang Dituduh Palsukan Kematian dan Tinggalkan Tugas, Divonis 1 Tahun 2 Bulan

Bahkan majelis hakim menegaskan bahwa akan ada tersangka-tersangka baru yang akan dipanggil setelah kasus ini.

Guru Demseria Simbolon yang Dituduh Palsukan Kematian dan Tinggalkan Tugas, Divonis 1 Tahun 2 Bulan
Tribun Medan / Victory
Terdakwa Guru SD No. 027144 Binjai Utara, Demseria Simbolon tertunduk lemas saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa Guru SD No.027144 Binjai Utara, Demseria Simbolon akhirnya divonis sangat rendah dengan hukuman 1 tahun 2 bulan penjara di Pengadilan Tipikor Medan.

Bahkan Hakim yang diketuai Nazar Efriandi berpendapat dalam amar putusannya mengganti pasal yang menjerat dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya dituntut oleh JPU dengan Pasal 2 ayat 1

Terdakwa juga dibebankan denda senilai Rp 50 juta dengan subsider 2 bulan kurungan. Juga dikenakan uang pengganti Rp 215.000.000 juga subsider 2 bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim berpendapat bahwa Demseria bukanlah pihak yang menerima langsung uang gaji tersebut melainkan dikirimkan dari bendahara sekolah.

Yang mengartikan bahwa kesalahan akibat kelalaian dari para atasan terdakwa.

Bahkan majelis hakim menegaskan bahwa akan ada tersangka-tersangka baru yang akan dipanggil setelah kasus ini.

Hakim Ketua Nazar menjelaskan hal yang memberatkan terdakwa sehingga dijatuhi hukuman karena meninggalkan tugas sebagai seorang tenaga pengajar (guru).

"Hal yang meringankan terdakwa karena merupakan tulang punggung keluarga serta berterus terang selama persidangan," ungkap Hakim Nazar.

Bahkan dalam putusan, salah satu Hakim anggota Sri Wahyuni memiliki perbedaan pendapat dengan kedua hakim lainnya yang meminta terdakwa dilepaskan.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved