Harga Cabai Mahal, Ini Cara Pengusaha Kuliner Medan Mengakalinya

Harga cabai yang tak kunjung kembali tingkat normal dikeluhkan oleh pedagang rumah makan dan sambal kemasan.

Harga Cabai Mahal, Ini Cara Pengusaha Kuliner Medan Mengakalinya
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Hargai cabai tak kunjung turun. 

TRIBUN-MEDAN.com-Harga cabai yang tak kunjung kembali tingkat normal dikeluhkan oleh pedagang rumah makan dan sambal kemasan.

Julianti Meta Sari Tarigan pemilik Dapur Mayo mengatakan ia terpaksa menaikkan harga jual produknya.

Salah satu produk Meta yang banyak menggunakan cabai adalah Teri Senang-in. Campuran cabai, bawang, dan ikan teri ini dikemas dan sering dijadikan oleh-oleh.

Meta mengatakan ia biasanya menggunakan cabai caplak dari Tanah Karo. Kata Meta harga cabai caplak sekarang bisa Rp 60 ribu perkilogram padahal biasanya hanya Rp 20 ribu perkilogram

"Kami mengutamakan kualitas dan rasa. Jadi sama sekali enggak kita kurangi porsi bahan bakunya. Cuma harganya kami naikkan," kata Meta saat dihubungi Tribun Medan, Selasa (13/8/2019).

Kata Meta, harga Teri Senang-in saat ini ia jual Rp 35 ribu per 100 gram. Ia mengatakan harga cabai ini sudah mahal sejak tiga bulan terakhir.

"Alhamdulillah sih enggak ada protes dari pembeli. Kebanyakan mereka juga sadar harga cabai sedang mahal," katanya.

Selain Meta, mahalnya harga cabai juga dikeluhkan pemilik Rumah Makan Dapur Bunda, Morin. Ia terpaksa mengubah menu agar bisa tetap meraup untung.

"Saya tadi belanja cabai Rp 72 ribu sampai Rp 75 ribu. Kelewatan sih harga cabai tiga bulan belakangan ini," ujar Morin.

Menurut Morin, ia terpaksa mengubah menu makanan di rumah makannya. Morin menjual lauk yang tidak perlu penggunaan cabai yang berlebih.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved